PANDALUK, BTN — 19 SEPTEMBER 2026, Hari ini bukan sekedar tentang seremoni tanda tangan di atas kertas, melainkan sebuah titik balik bersejarah bagi perjuangan panjang masyarakat Bulagi Bersaudara. Setelah sekian lama merindukan akses air bersih yang layak, harapan ribuan kepala keluarga kini mulai menunjukkan wujud nyatanya melalui langkah konkret lintas pihak.
Komitmen besar tersebut ditandai dengan proyeksi anggaran fantastis senilai Rp95,7 Miliar yang dialokasikan khusus untuk Pembangunan Tahap I Unit Air Baku Paisulalomo dan SPAM Bulagi. Proses tender proyek vital ini ditargetkan resmi bergulir pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026 mendatang.
Namun, di balik megahnya angka puluhan miliar rupiah tersebut, terdapat kisah kebesaran hati warga yang jauh lebih bernilai. Masyarakat Buko Selatan dan Bulagi Selatan dengan tulus secara sukarela menghibahkan lahan milik mereka demi memperlancar seluruh rute dan jalur pipa distribusi.
Tanpa menuntut ganti rugi yang rumit atau membiarkan kepentingan pribadi menjadi penghambat, warga memilih untuk melapangkan jalan bagi fasilitas umum. Keputusan besar ini lahir dari satu kesadaran kolektif yang mendalam: air bukanlah milik segelintir orang, melainkan urat nadi kehidupan yang wajib dinikmati bersama.
Meski Nota Kesepahaman (MoU) telah resmi ditandatangani, perjuangan seluruh elemen masyarakat sejatinya baru saja dimulai. Dokumen kerja sama ini bukanlah garis akhir, melainkan pintu pembuka menuju serangkaian tahapan teknis yang krusial dan penuh tantangan.
Mulai dari proses lelang tender yang transparan, penentuan pemenang kontrak, hingga pengerjaan fisik di lapangan, seluruh alur pembangunan harus dikawal ketat. Anggaran jumbo sebesar Rp95,7 miliar tersebut wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka agar benar-benar terkonversi menjadi infrastruktur kokoh yang menyalurkan air secara konsisten.
Masyarakat menegaskan bahwa alokasi dana tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka megah dalam berkas dokumen, pajangan foto seremoni pejabat, atau sekadar janji manis pembangunan. Hasil akhirnya harus berwujud pipa-pipa yang tertanam rapi dan kran-kran rumah warga yang mengucurkan air jernih tanpa henti.
Apresiasi setinggi-tingginya patut disematkan kepada Pemerintah Daerah, BWS Sulawesi III Palu, serta Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sulawesi Tengah atas sinergi yang terbangun. Namun, penghormatan tertinggi layak diberikan kepada warga Buko Selatan dan Bulagi Selatan yang membuktikan bahwa keikhlasan rakyat adalah fondasi terkuat dari sebuah pembangunan.
Dari tanah yang dihibahkan dengan penuh ketulusan, kini terpancar harapan baru bagi kehidupan ribuan jiwa di Bulagi Bersaudara. Ketika kolaborasi bergerak nyata dan masyarakat aktif mengawal hingga tuntas, air jernih akan mengalir deras membawa senyum kebahagiaan bagi seluruh rakyat.






