WAIKELO, SUMBA BARAT DAYA, BTN — Pelabuhan Ternak Waikelo kembali menjadi saksi geliat aktivitas ekonomi masyarakat Sumba Barat Daya (SBD). Pada Jumat (16/10/2026) pagi, sebanyak 600 ekor kambing lokal unggulan dijadwalkan mengarungi lautan menuju Bone, Sulawesi Selatan. Pengiriman antar-pulau ini dilaksanakan sepenuhnya melalui prosedur dan jalur resmi pelabuhan.
Sejak subuh sekitar pukul 05.00 WITA, suasana di kawasan Pelabuhan Waikelo sudah tampak riuh dan sibuk. Ratusan muatan kambing terus berdatangan dan langsung diarahkan menuju kandang penampungan sementara pelabuhan. Antusiasme para peternak dan pengusaha lokal terlihat dari kesiapan mereka melengkapi seluruh persyaratan administrasi sebelum pengapalan dimulai.
Ternak yang diberangkatkan kali ini terdiri dari jenis kambing Kacang dan Peranakan Etawa (PE) kualitas super yang dibeli langsung dari para peternak lokal di wilayah SBD. Keberangkatan komoditas ternak dalam jumlah besar ini menjadi bukti nyata potensi ekonomi peternakan Sumba Barat Daya yang kian diminati pasar luar pulau, khususnya wilayah Sulawesi.
Guna memastikan seluruh ternak dalam kondisi prima dan aman, petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumba Barat Daya menerjunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Setiap ekor kambing diperiksa satu per satu secara teliti, mulai dari cek fisik hingga pengukuran suhu tubuh untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan.
Pemeriksaan ketat ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Pelabuhan Waikelo bersama jajaran stafnya. Pihaknya memastikan seluruh ternak yang naik ke atas kapal berada dalam kondisi bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta bebas Antraks. Semua ternak juga telah melewati masa vaksinasi yang dibuktikan dengan kepemilikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang sah.
Proses pengapalan komoditas bernilai tinggi ini juga mendapatkan pengawalan dan pemantauan langsung dari aparat penegak hukum Polres Sumba Barat Daya. Kehadiran pihak kepolisian di lokasi pelabuhan bertujuan untuk menjaga kondusivitas, mencegah praktik pungutan liar (pungli), serta mengantisipasi adanya upaya penyelundupan ternak ilegal tanpa dokumen resmi.
Melalui kesempatan tersebut, jajaran Polres Sumba Barat Daya mengimbau dengan tegas kepada para pengusaha maupun pelaku bisnis ternak agar selalu mematuhi aturan pengiriman yang berlaku. Petugas menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk pengiriman ternak tanpa dokumen resmi dan akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba melanggar hukum.
Respon positif dan rasa syukur diungkapkan oleh para peternak lokal SBD atas kelancaran pengiriman ini. Mereka mengaku sangat senang lantaran harga jual kambing tujuan Bone saat ini sedang membaik. Pengiriman melalui jalur resmi Pelabuhan Waikelo dirasakan jauh lebih aman, transparan, dan memberikan kepastian harga bagi masyarakat peternak.
Pengapalan 600 ekor kambing hari ini semakin mempertegas posisi Sumba Barat Daya sebagai salah satu lumbung ternak nasional yang potensial. Wilayah SBD dinilai memiliki kapasitas besar untuk terus menyuplai kebutuhan daging nasional, khususnya bagi kawasan Sulawesi hingga Kalimantan.
Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada sinergi solid antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan SBD, Satuan Pelayanan Pelabuhan Waikelo, serta jajaran Polres SBD yang telah mengawal proses pengapalan resmi ini dengan penuh profesionalisme. Diharapkan seluruh ternak dapat tiba di tempat tujuan Bone, Sulawesi Selatan dalam keadaan sehat dan selamat.






