Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bondo Kapubbu, Loura, BTN – Sebuah tiang utama Rumah Besar Suku Kabatana di Kampung Bondo Kapubbu, Desa Karuni  Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi perhatian warga karena usianya yang sudah mencapai satu abad namun masih terlihat kokoh tanpa tanda-tanda rusak atau rapuh. 9/06/2026

Tiang tersebut merupakan bagian dari Rumah Besar Suku Kabatana yang saat ini dihuni oleh Nani Rato atau anaknya Ngongo Rato.

*Dikeramatkan, Tidak Boleh Dipegang Sembarangan*

Ngongo Rato menuturkan bahwa tiang itu bukan sekadar penyangga rumah adat. Menurut kepercayaan setempat, tiang tersebut dikeramatkan dan memiliki aturan adat yang ketat.

“Tiang ini tidak bisa dipegang sembarangan. Apalagi kalau lokasi rumah besar dimasuki sembarangan tanpa izin tetua adat,” ujar Ngongo Rato saat ditemui di Bondo Kapubbu, Selasa 9 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pelanggaran terhadap aturan itu diyakini membawa akibat secara adat bagi yang melanggar. Karena itu, setiap tamu yang datang wajib lapor dan mengikuti tata cara yang disampaikan tetua suku.

*Puing Kayu Lain Ikut Bertahan*

Selain tiang utama, di lokasi juga masih terdapat puing-puing kayu bekas struktur rumah lama. Meski terlihat kecil, kayu-kayu tersebut kondisinya masih utuh.

“Tidak hanya tiang saja yang kita lihat berdiri utuh, tapi masih ada puing-puing kayu lainnya di lokasi. Kelihatan kecil tapi masih utuh,” kata Ngongo Rato.

*Butuh Pendataan Cagar Budaya*

Tokoh adat Kecamatan Loura, Ngongo Naru dan Ngongo Rato, menyebut tiang dan Rumah Besar Suku Kabatana berpotensi menjadi cagar budaya. Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD segera melakukan pendataan dan kajian.

“Kalau benar usianya sudah satu abad dan masih asli, ini aset budaya Sumba yang harus dijaga. Kami minta pemerintah turun dokumentasi,” ujarnya.

— Berantas TipikorNews Co.id —