BUALEMO – BTN 14/05/2026-Potret buram pelayanan kesehatan di Kabupaten Banggai kembali mencuat ke permukaan. Puskesmas Bualemo, yang seharusnya menjadi tumpuan harapan bagi warga yang sakit, justru menyuguhkan pemandangan memprihatinkan layaknya rumah hantu saat pemadaman listrik melanda wilayah tersebut pada Kamis (14/5) malam.
Kondisi gelap gulita yang menyelimuti seluruh area puskesmas memicu amarah keluarga pasien yang sedang berjuang demi kesembuhan. Ketidaksiapan pihak manajemen dalam menyediakan penerangan darurat dianggap sebagai bentuk pengabaian nyata terhadap standar pelayanan minimal yang diatur oleh undang-undang.
Salah satu momen paling menyayat hati terjadi di ruang perawatan anak, di mana seorang pasien kecil yang tengah terbaring lemah dengan jarum infus menancap di tangannya harus bertahan di tengah kegelapan total. Ironisnya, nyawa manusia seolah menjadi taruhan akibat minimnya inisiatif petugas untuk memberikan kenyamanan medis.
”Bagaimana orang mau sehat kalau suasananya mencekam begini? Kami datang untuk berobat, bukan untuk uji nyali di tengah kegelapan,” ujar salah satu keluarga pasien yang menyaksikan langsung betapa kumuhnya manajemen krisis di fasilitas kesehatan tersebut.
Kekecewaan warga semakin memuncak ketika menanyakan keberadaan mesin pembangkit listrik atau genset kepada petugas jaga. Bukannya mendapatkan solusi atau tindakan cepat, para petugas medis yang berada di lokasi justru memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban yang memuaskan.
Sikap apatis petugas medis ini mengindikasikan adanya masalah serius dalam etos kerja di Puskesmas Bualemo. Seolah tidak memiliki rasa empati, mereka membiarkan pasien dan keluarga meraba-raba dalam gelap, padahal tindakan medis seperti penggantian botol infus membutuhkan presisi dan cahaya yang cukup.
Kejadian ini melempar pertanyaan besar ke hadapan publik. ke mana anggaran pemeliharaan fasilitas dan bahan bakar genset yang selama ini dialokasikan? Jika dalam kondisi darurat mesin tersebut tidak dinyalakan, maka patut diduga ada kegagalan fungsi manajerial atau bahkan indikasi kelalaian yang disengaja.
Secara teknis, puskesmas tidak boleh berhenti beroperasi sedetik pun karena berkaitan dengan keselamatan nyawa. Membiarkan ruangan pasien tanpa listrik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal risiko infeksi dan kegagalan prosedur medis yang bisa berakibat fatal bagi pasien.
Kritik tajam kini mengarah pada Kepala Puskesmas Bualemo yang dianggap gagal mengawasi bawahannya dan memastikan fasilitas pendukung tetap berfungsi optimal. Fasilitas negara yang dibangun dengan uang rakyat seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan dibiarkan terbengkalai saat dibutuhkan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai didesak untuk tidak menutup mata atas kejadian ini. Investigasi mendalam harus segera dilakukan untuk memeriksa apakah ada kendala teknis pada alat ataukah ada unsur kesengajaan untuk menghemat biaya operasional dengan mengorbankan keselamatan pasien.
Pers merilis berita ini sebagai bentuk kontrol sosial agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Pelayanan kesehatan adalah hak konstitusional warga negara yang tidak boleh dikurangi sedikit pun dengan alasan apa pun, termasuk alasan mati lampu.
Publik kini menunggu langkah nyata dari otoritas terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan daerah runtuh hanya karena ketidakmampuan puskesmas menyediakan cahaya di saat-saat paling kritis bagi pasien
Redaksi






