BANGGAI, BTN — Ratusan hektar lahan persawahan milik petani di wilayah Masama, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kini berada dalam ancaman serius gagal panen. Kemarau panjang yang menerjang wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan debit air irigasi menyusut drastis hingga mengering. Kondisi ini membuat para petani mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan menyalurkan bantuan pompa air serta membenahi infrastruktur irigasi. Rabu 19/08/2026
Memasuki pertengahan Agustus 2026, kondisi kekeringan terpantau semakin memprihatinkan di kawasan persawahan Masama. Bulir-bulir tanaman padi yang seharusnya tumbuh subur kini mulai memering kuning sebelum waktunya, sementara hamparan tanah persawahan berubah menjadi retak-retak akibat ketiadaan pasokan air. Situasi ini mengancam keberlangsungan hidup ratusan Kepala Keluarga (KK) petani yang menggantungkan mata pencaharian utama mereka pada hasil panen padi.
Rendahnya intensidad curah hujan belakangan ini menjadi pemicu utama merosotnya pasokan air dari saluran irigasi utama, sehingga aliran tidak lagi mampu menjangkau areal persawahan yang luas. Tanpa adanya sumber air alternatif, para petani praktis hanya bisa mengandalkan hujan dan aliran sungai yang kian hari debitnya semakin menipis.
Guna menyelamatkan tanaman padi yang tersisa, sebagian petani secara swadaya berupaya menyedot air dari sungai terdekat menggunakan mesin pompa alkon. Namun, langkah darurat ini menemui jalan buntu lantaran tingginya biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) yang harus ditanggung petani, ditambah lagi dengan kondisi debit air sungai yang juga terus menyusut.
”Kami kesulitan air untuk persawahan. Langkah upaya kami terpaksa mengambil air dari sungai terdekat pakai alkon, agar bagaimanapun persawahan ini tetap bisa berlanjut. Kami sangat memohon bantuan pemerintah,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat saat menyampaikan aspirasinya kepada awak media Brantas Tipikor C&D.
Berdasarkan pantauan langsung tim media di lokasi persawahan Desa Masama pada Rabu (19/8/2026), keretakan tanah tampak meluas di berbagai titik petak sawah. Bahkan, beberapa area persawahan tercatat sudah sama sekali tidak bisa ditanami akibat kondisi tanah yang sangat kering dan mengeras.
Demi menyelamatkan musim tanam kali ini dari ancaman puso, para petani di Masama mengajukan tiga poin kebutuhan mendesak kepada pihak terkait. Kebutuhan tersebut mencakup penyaluran bantuan 5 hingga 10 unit mesin pompa air untuk kelompok tani, subsidi operasional BBM untuk menyalakan mesin penyedot air, serta perbaikan normalisasi saluran irigasi agar distribusi air dapat mengalir optimal saat musim hujan tiba kelak.
Warga dan tokoh masyarakat menaruh harapan besar agar Dinas Pertanian, Dinas PUPR, serta BPBD Kabupaten Banggai dapat segera melakukan verifikasi lapangan guna menyalurkan bantuan darurat kekeringan. Pihak pemerintah desa setempat juga diharapkan bergerak cepat memfasilitasi pendataan kelompok tani terdampak agar proses pendistribusian bantuan dapat segera terealisasi.






