BANGGAI LAUT, BTN — Potret buram pendidikan dan infrastruktur kembali mencoreng wilayah pelosok. Di Desa Matanga, Kabupaten Banggai Laut, anak-anak sekolah dan warga masyarakat harus meratapi nasib lantaran satu-satunya akses jembatan menuju fasilitas pendidikan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan. 22/07/2026
Jembatan kayu yang seharusnya menjadi penopang asa generasi penerus bangsa kini lapuk dan tak layak melintas. Akses vital yang saban hari dilalui para siswa untuk menimba ilmu tersebut seolah dibiarkan menjadi jebakan maut tanpa ada perhatian nyata dari pemerintah daerah.
Ironisnya, pemandangan mencekam ini bukan baru terjadi kemarin sore. Kondisi berbahaya ini sudah berlangsung berbulan-bulan, namun seolah tak ada penanganan konkret maupun ikhtiar perbaikan dari para pemangku kebijakan setempat.
Rasa cemas dan terisolasi telah berlarut-larut mencengkeram warga Desa Matanga. Harapan para siswa untuk bisa melangkah tenang menuju sekolah kini berbenturan dengan kenyataan pahit bahwa keselamatan mereka dipertaruhkan di atas kayu-kayu yang mulai rapuh.
Duka di lapangan pun pecah. Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa insiden warga dan anak sekolah yang jatuh terperosok ke sungai akibat jembatan rusak sudah berulang kali terjadi.
Nahasnya, ketika keluhan tersebut disuarakan ke wakil rakyat, masyarakat justru disuguhi jawaban klise yang dingin. Pemerintah dan dewan berkali-kali berlindung di balik benteng ketiadaan dana dengan dalih efisiensi anggaran.
”Apakah kami harus terus mempertaruhkan nyawa seperti ini setiap hari? Masyarakat terus berguguran dan jatuh saat melintas. Jika harus memutar, kami wajib menempuh jarak ekstra 3 kilometer saban hari hanya untuk mengantar anak ke sekolah,” keluh warga tersebut dengan nada getir.
Ketakutan mendalam melingkupi para orang tua. Rasa was-was selalu membayangi benak mereka setiap kali melepaskan buah hati melangkahkan kaki keluar rumah menuju sekolah melalui struktur bangunan yang sewaktu-waktu bisa ambruk tersebut.
Di tengah kebuntuan itu, titik terang mulai menyeruak setelah warga mengadukan nasib ke anggota DPRD Kabupaten Banggai Laut. Janji manis perjuangan kini dipegang erat oleh masyarakat dengan harapan besar agar tidak sekedar menjadi angin segar tanpa realisasi.
Aspirasi mendesak ini disampaikan langsung kepada awak media Berantas Tipikor News untuk diteruskan kepada dua legislator, yakni Syamsul F. Latif dari Fraksi NasDem dan Munawan M. Mude dari Fraksi PKS, yang dinilai peduli dan responsif terhadap jeritan rakyat kecil.
Saat dikonfirmasi oleh tim investigasi, kedua anggota dewan tersebut menegaskan kesiapannya untuk pasang badan dan memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Desa Matanga hingga ke tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, mengingat keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten.
Mereka berkomitmen membawa rintihan warga ini ke ranah provinsi sekaligus mendesak Pemerintah Kabupaten Banggai Laut melalui Dinas PUPR agar tidak tinggal diam dan aktif menyuarakan serta mengawal penganggaran akses jalan rakyat tersebut hingga tuntas.
#Irwan Kumala#






