Scroll Untuk Lanjut Membaca

​SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Ancaman terhadap generasi muda tidak pernah menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Narkoba yang merusak masa depan dan aksi bullying yang mengikis jiwa pelajar kini menjadi dua bahaya laten yang mengintai di lingkungan pendidikan. Mencegah ancaman ini meluas membutuhkan langkah nyata dan kehadiran figur pelindung sejak dari ruang kelas. 3/10/2026

​Merespons potensi ancaman tersebut, Kapolsek Pandawai Ipda Elia Zet Manuhutu, S.H. mengambil langkah cerdas berbasis pencegahan dini. Pada Jumat (2/10/2026), beliau turun langsung menemui para siswa di SMP Negeri 3 Pandawai untuk membangun kesadaran kolektif.

​Kehadiran jajaran Kepolisian di tengah para siswa ini bukan sekedar rutinitas seremoni atau kunjungan formalitas semata. Kapolsek membawa pesan edukasi yang tegas tentang daya rusak narkoba sekaligus membakar semangat para pelajar untuk berani melawan segala bentuk tindakan perundungan.

​Di hadapan ratusan siswa yang menyimak dengan saksama, Ipda Elia mengupas tuntas bahaya penyalahgunaan narkotika. Ia mengimbau para remaja untuk membentengi diri dari tekanan pergaulan bebas dan menjauhi segala bentuk zat adiktif yang berpotensi menghancurkan cita-cita mereka.

​Selain isu narkoba, pesan krusial yang digarisbawahi dalam sosialisasi tersebut adalah penanganan bullying. Kapolsek menekankan agar tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun siber, tidak lagi dimaklumi atau dianggap sebagai candaan biasa antar sesama teman.

​Para pelajar diajak untuk bertransformasi menjadi agen perubahan dan pelopor lingkungan sekolah yang ramah. Mereka didorong untuk saling merangkul, menghargai perbedaan, serta memutus mata rantai budaya perundungan agar tidak mengakar menjadi kebiasaan yang mematikan rasa empati.

​Lebih lanjut, Ipda Elia mengingatkan bahaya dari sikap acuh tak acuh saat melihat aksi perundungan di depan mata. Ketika seorang murid memilih berdiam diri, lingkungan sekolah secara tidak langsung ikut membiarkan kejahatan itu tumbuh dan membesar.

​Pendekatan preventif Kepolisian Sektor Pandawai ini menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir sebelum masalah terjadi. Polisi tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum setelah ada korban, tetapi juga berperan aktif sebagai pendidik dan pelindung generasi muda sejak dini.

​Melalui kegiatan ini, benteng pertahanan utama ditanamkan langsung pada karakter para murid. Mereka diajarkan untuk berani berkata tidak pada narkoba, berani menyuarakan kebenaran, serta memiliki keberanian moral untuk melindungi teman dari tindakan semena-mena.

​Masa depan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat mampu menciptakan ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Dari bangku sekolah di SMPN 3 Pandawai inilah, komitmen bersama untuk menolak narkoba dan menghentikan bullying resmi ditegakkan.

Piter kabiro Sumba Timur.