KENDARI,BTN- 26 Juli 2025 – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, inisiatif mulia hadir dari sebuah keluarga di Jalan Kakatua, Kelurahan Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat, Sulawesi Tenggara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mereka mendirikan Rumah Qur’an Al-Jannah,

Sebuah taman pendidikan Al-Qur’an gratis yang berkomitmen menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia sejak dini.
Pentingnya pendidikan Al-Qur’an diakui sebagai fondasi pembentukan karakter yang baik, tidak hanya bagi anak-anak usia 7 tahun ke atas, tetapi juga bagi orang dewasa.

Di Rumah Qur’an Al-Jannah, semangat ini terwujud melalui bimbingan membaca Al-Qur’an, tata cara salat, dan hafalan ayat-ayat pendek.
Inisiatif Keluarga dan Dukungan Komunitas
Didirikan atas dasar kepedulian terhadap anak-anak di lingkungan RT 005/RT 002,

Rumah Qur’an Al-Jannah saat ini membina 30 santri tanpa memungut biaya sepeser pun. Partisipasi aktif dari keluarga yang enggan disebutkan namanya ini menjadi tulang punggung keberlangsungan kegiatan.

Asna Masulili, pemilik Rumah Qur’an, mengungkapkan bahwa semua perlengkapan, termasuk Al-Qur’an dan kebutuhan lainnya, didapatkan dari bantuan seorang “hamba Allah” yang juga tidak ingin disebutkan namanya, berasal dari Luwuk Banggai dan berdomisili di Jakarta.

Dukungan ini menunjukkan solidaritas yang kuat dari berbagai pihak.
Pengajaran Ikhlas dan Pengalaman Berharga
Nurjanna Azis, salah satu pendidik sekaligus pembina di Rumah Qur’an Al-Jannah, menjelaskan kurikulum dasar yang diterapkan.

“Kami mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, bacaan salat, dan menghafal ayat-ayat pendek sebagai pengenalan huruf dasar bagi para santri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, seluruh kegiatan berjalan lancar berkat keikhlasan para pengajar.

Nurjanna sendiri baru saja menyelesaikan studinya di Ma’had Aly Pondok Qur’an, Bandung, Jawa Barat. Pengalamannya yang berharga dari lembaga tersebut kini ia dedikasikan untuk membimbing anak-anak di Kendari.

“Semua berkat kehendak Yang Maha Kuasa, kami membimbing anak-anak kami tanpa membebani orang tua santri,secara ikhlas dan gratis,” tutur Nurjanna.

Apresiasi dari Masyarakat dan Pemerintah
Dampak positif Rumah Qur’an Al-Jannah telah menarik perhatian. Pada 8 Mei 2021, Rumah Qur’an ini pernah dikunjungi oleh Ibu Hj. Sri Lestari Sulkarnaim, S.Pd., M.Si., yang saat itu menjabat sebagai Walikota Kendari, menunjukkan pengakuan atas kontribusi lembaga ini.

Vivi, salah satu orang tua santri, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Kami sangat berterima kasih kepada beliau yang telah menjadikan rumahnya sebagai tempat belajar dan menjadikan anak/cucu kami paham mengaji,” ungkapnya.

Permohonan Dukungan kepada Kementerian Agama”
Melihat potensi besar dan dampak positif yang telah diberikan oleh Rumah Qur’an Al-Jannah dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia secara mandiri dan tanpa biaya, kami berharap Kementerian Agama Republik Indonesia dapat memberikan dukungan dan perhatian lebih lanjut.