Scroll Untuk Lanjut Membaca

BTN — Di era digital yang bergerak sangat dinamis, portal berita kini menjadi target utama serangan siber. Minimnya pemeliharaan rutin bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman nyata terhadap kredibilitas sebuah institusi media. Kelalaian dalam memperbarui sistem sering kali menjadi pintu masuk bagi peretas untuk mengambil alih kendali situs. 26/07/2026

Pakar keamanan siber mengibaratkan website yang tidak terawat layaknya sebuah rumah tanpa kunci. Tanpa pembaruan perangkat lunak (software), plugin, maupun tema secara berkala, celah keamanan (vulnerability) pada sistem akan terbuka lebar bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

*Website: Aset Hidup yang Perlu Dirawat*

“Banyak pengelola portal berita terjebak dalam asumsi bahwa tugas mereka selesai setelah website dirilis. Padahal, website adalah aset hidup. Ia membutuhkan pemantauan konstan dan pembaruan sistem keamanan secara intensif agar tetap relevan dan terlindungi,” ujar seorang praktisi IT dalam keterangannya.

*Terdapat empat titik krusial yang kerap menjadi celah peretasan pada portal berita:*

CMS Kedaluwarsa: Platform manajemen konten seperti WordPress secara rutin merilis update untuk menambal lubang keamanan. Mengabaikan notifikasi pembaruan sama dengan memberikan undangan terbuka bagi peretas.

Kerentanan Plugin dan Tema: Plugin pihak ketiga yang tidak diperbarui sering kali menyimpan celah keamanan yang sudah diketahui publik, menjadikannya target empuk untuk disusupi.

Absennya Sistem Monitoring: Tanpa pemantauan aktif, pengelola sering kali tidak menyadari jika situs telah disisipi kode berbahaya (malware) atau mengalami perubahan tampilan (deface).

Lemahnya Manajemen Akses: Penggunaan kata sandi yang lemah dan pengabaian penerapan Two-Factor Authentication (2FA) membuat akses admin menjadi sangat rentan dibobol.

*Risiko Fatal Bagi Kredibilitas Media*

Dampak peretasan terhadap portal berita tidak bisa dianggap remeh. Selain hilangnya kepercayaan publik, aksi peretas yang menyisipkan konten atau berita palsu (hoaks) dapat merusak reputasi media secara permanen dan memicu penurunan trafik secara drastis.

Selain risiko keamanan, website yang tidak terawat juga terancam “mati suri” di mata mesin pencari. Algoritma Google cenderung menurunkan peringkat situs yang lambat, dianggap tidak aman, atau memiliki error sistem yang dibiarkan menumpuk.

*Langkah Preventif: Investasi, Bukan Beban*

Pengelola portal berita diimbau untuk mengubah paradigma dalam memandang pemeliharaan teknis; bukan sebagai beban biaya, melainkan investasi strategis. Langkah-langkah preventif seperti melakukan backup data secara rutin, pembaruan sistem berkala, serta bermitra dengan tenaga ahli keamanan siber adalah solusi yang jauh lebih ekonomis dibandingkan harus memulihkan sistem pasca-insiden.

“Langkah pencegahan selalu jauh lebih murah dan efektif daripada melakukan recovery setelah peretasan terjadi. Jangan tunggu hingga website Anda lumpuh baru melakukan perbaikan,” tutup praktisi tersebut.

Penulis: Casroni
23 Juli 2026