BOJONGGEDE, BOGOR, BTN – Pemerintah Kecamatan Bojonggede mencatatkan terobosan besar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 yang digelar Kamis (29/01/2026). Di bawah komando Camat Tenny Ramdhani, S.STP, MA, Bojonggede secara berani mematok 40 persen dari pagu anggaran untuk sektor pendidikan.
Dengan tema “Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Dalam Rangka Penurunan Wilayah Kemiskinan dan Pengangguran”, Musrenbang ini menjadi momentum krusial bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor tahun mendatang.
Camat Tenny Ramdhani menegaskan bahwa dari total pagu anggaran sebesar Rp11 miliar, pihaknya telah mengunci 40 persen untuk membiayai masa depan generasi muda di Bojonggede. Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan dan pengangguran.
Kami memprioritaskan 40 persen pagu anggaran khusus untuk dunia pendidikan. Ini adalah angka yang sangat besar, mencapai 40 persen dari total 11 miliar rupiah. Fokus kami adalah memastikan tidak ada lagi anak putus sekolah di wilayah kami,” tegas Tenny usai memimpin jalannya Musrenbang.
Target ambisius ini bukan sekadar angka di atas kertas. Tenny menjelaskan pihaknya akan segera melakukan asesmen mendalam bersama Dinas Sosial. Tujuannya agar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terancam putus sekolah dapat terakomodir dan mendapatkan pembiayaan pendidikan di sekolah-sekolah berkualitas di Kabupaten Bogor.
Selain beasiswa dan biaya pendidikan, Musrenbang kali ini juga menyerap aspirasi pembangunan fisik pendidikan, antara lain:
- Rehabilitasi total gedung sekolah yang rusak.
- Penambahan ruang kelas baru guna meningkatkan daya tampung siswa.
- Perbaikan sanitasi dan fasilitas toilet sekolah yang layak.
Berkaca pada realisasi Musrenbang tahun 2025 yang hanya mencapai Rp4 miliar tanpa menyentuh sektor pendidikan karena adanya refocusing, Tenny optimistis tahun 2027 akan menjadi titik balik bagi Bojonggede.
Tahun ini, dengan tidak adanya refocusing anggaran, kami sangat berharap minimal 60 persen dari usulan spesifik kami benar-benar terealisasi untuk pendidikan,” pungkasnya optimis.
Selain pendidikan, sektor kesehatan dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap menjadi pilar pendukung dalam pembangunan wilayah Bojonggede yang lebih inklusif.
Laporan: Rossa





