TUNGGALING, BTN — 14 AGUSTUS 2026 – Membara dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, masyarakat Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah, menunjukkan aksi nyata lewat tradisi luhur gotong royong. Melalui program bertajuk “1000 Tangan”, warga bahu-membahu menyatukan tenaga demi mendukung percepatan pembangunan fasilitas umum di desa mereka. Jumat 14/08/2026
Gerakan sosial ini lahir dari inisiatif cerdas Babinsa Koramil 1308-11/Liang, Serka Suhardiyanto, yang bersinergi erat dengan Kepala Desa Tunggaling, Jois Malingkas, S.Pd. Komunikasi intensif dan koordinasi yang matang di antara keduanya berhasil menggerakkan gelombang partisipasi masyarakat untuk turun langsung ke lapangan pada hari ini.
Fokus utama dari aksi “1000 Tangan” kali ini diarahkan pada pembuatan dan pengecoran akses jalan strategis. Infrastruktur jalan tersebut dirancang agar dapat dilalui kendaraan roda empat menuju Gedung Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) Desa Tunggaling, yang nantinya akan menjadi urat nadi perekonomian warga setempat.
Suasana kerja bakti semakin semarak dan penuh energi dengan hadirnya para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISMUH Luwuk Angkatan ke-40. Kehadiran para akademisi muda ini memperkuat jembatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, unsur TNI, dan generasi muda dalam mengawal pembangunan berbasis kemasyarakatan.
Bagi Serka Suhardiyanto, peran Babinsa di tengah masyarakat tidak sekedar menjaga keamanan dan ketertiban wilayah semata. Lebih dari itu, ia membuktikan bahwa Babinsa mampu menjadi katalisator, penggerak kebersamaan, serta pemantik kepedulian sosial yang merekatkan hubungan antara TNI dan rakyat.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bukti konkret bahwa tantangan pembangunan di tingkat desa dapat diatasi secara mandiri. Melalui komunikasi yang efektif, koordinasi yang solid, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen warga, keterbatasan dapat diubah menjadi sebuah karya nyata yang bermanfaat luas.
Pemerintah Desa Tunggaling berharap semangat dari program “1000 Tangan” tidak berhenti saat momentum HUT RI usai, melainkan terus mengakar menjadi budaya kelanjutan. Menjaga tradisi gotong royong dianggap sebagai cara paling esensial bagi warga desa dalam merawat nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa.
Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Tunggaling pun menjelma menjadi momen yang penuh makna. Bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan sebuah panggung pengabdian, kerja nyata, dan persatuan demi menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.






