Luwuk, Banggai, BTN – 25/10/2025- Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balantak, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya dalam pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan melalui pertemuan penting dengan para pelaku usaha di sektor hasil hutan.
Acara yang berlangsung di Kantor KPH Balantak ini bertujuan menyelaraskan visi dan memperkuat sinergi antara regulator dan pengusaha demi kelestarian hutan dan kemajuan ekonomi daerah.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk perwakilan dari berbagai unit usaha pengelolaan hasil hutan di Kabupaten Banggai, serta jajaran staf dan Kepala KPH Balantak.
“Hutan adalah aset vital Kabupaten Banggai. Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan usaha hasil hutan berjalan sesuai koridor hukum, mengedepankan prinsip keberlanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar perwakilan KPH Balantak.
Diskusi hangat berfokus pada.
Penyelarasan Regulasi, Memastikan pelaku usaha memahami dan mematuhi kebijakan terbaru dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan.
Peningkatan Produksi Berkelanjutan. Mendorong praktik pemanenan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
Mekanisme Pengawasan. Memperkuat kolaborasi antara KPH dan pelaku usaha untuk mencegah praktik ilegal dan perusakan hutan.
Perkuat Jejaring dengan Ngopi Santai Bersama AIPEK
Usai sesi formal, agenda dilanjutkan dengan momen keakraban yaitu “ngopi bersama” yang turut melibatkan Ketua Asosiasi Izin Pemanfaatan Ekosistem Konservasi (AIPEK) Banggai Ziad Badjuber dan perwakilan Komunitas Kelompok Peduli Hutan (KKPH) Balantak.
Kehadiran Ketua AIPEK Banggai dan KKPH Balantak dalam sesi informal ini menandakan pentingnya peran organisasi non-pemerintah dan komunitas lokal dalam ekosistem pengelolaan hutan.
“Keterlibatan AIPEK dan KKPH sangat krusial. Sinergi antara pemerintah (KPH), pelaku usaha, dan komunitas (AIPEK/KKPH) adalah kunci untuk menciptakan pengelolaan hutan yang transparan, partisipatif, dan benar-benar lestari.
Kopi bersama ini menjadi simbol kolaborasi yang lebih erat di lapangan,” tutup salah satu inisiator pertemuan.
Pertemuan ini diharapkan bukan menjadi titik awal untuk kerjasama yang lebih produktif dan berkelanjutan, memastikan bahwa kekayaan alam hutan Banggai dapat dinikmati secara adil oleh generasi sekarang dan masa depan






