BANGGAI KEPULAUAN – BTN 07/02/2026-Integritas Bupati Banggai Kepulauan kini berada di ujung tanduk. Sorotan tajam publik tertuju pada kasus di Desa Lukpanenteng yang baru-baru ini viral. Kasus ini bukan sekedar persoalan desa biasa, melainkan ujian bagi Bupati. apakah ia berani berdiri di pihak rakyat, atau justru menjadi pelindung bagi tatanan birokrasi yang merusak?
Viralnya temuan masalah di Desa Lukpanenteng adalah bukti nyata betapa rapuhnya pengawasan di tingkat bawah. Publik mendesak Bupati Bangkep untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut tanpa kompromi. Sikap diam atau penanganan yang lamban hanya akan memperkuat dugaan bahwa ada “restu” terselubung terhadap praktik-praktik yang merugikan masyarakat desa.
Jika skandal Lukpanenteng ini dibiarkan menguap tanpa sanksi tegas, maka integritas Bupati patut diduga sedang sengaja memelihara pola-pola yang menghancurkan marwah birokrasi Banggai Kepulauan.
Praktisi Hukum sekaligus Pegiat Anti-Korupsi Bangkep, Muhammad Saleh Gasin, SH., MH., memberikan pernyataan yang sangat menohok. Ia menilai, penundaan eksekusi terhadap pelanggaran yang sudah benderang adalah bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi daerah.
“Jangan jadikan birokrasi sebagai tameng untuk melindungi oknum. Jika Bupati Banggai Kepulauan tidak segera mengeksekusi temuan di Desa Lukpanenteng dan pelanggaran lain yang sudah terbukti, maka ia bukan sekedar lalai. Ia secara sadar membiarkan kejahatan terhadap rakyat berlangsung di depan matanya sendiri,” tegas Saleh Gasin.
Ia menambahkan bahwa ada sebagian penyakit pejabat yang gemar merumitkan persoalan sederhana dan membiarkan masalah “membusuk” adalah karakter kekuasaan yang harus segera diputus akarnya.
Masyarakat Bangkep kini menagih janji perubahan. Kepemimpinan yang kuat tidak diukur dari retorika di atas panggung, melainkan dari keberanian memberikan sanksi bagi bawahan yang melanggar.
Bupati harus memahami bahwa setiap detik pembiaran terhadap kasus Lukpanenteng adalah penghinaan terhadap rasa keadilan rakyat. Pilihannya hanya dua,Bersihkan birokrasi sekarang, atau biarkan sejarah mencatat kepemimpinan ini sebagai masa di mana kejahatan terhadap rakyat dipelihara secara sadar.
Redaksi






