LUWUK – BTN 12/02/2026-Dugaan praktik tebang pilih dalam penegakan hukum di wilayah hukum Polres Banggai kembali menjadi sorotan publik. Aparat penegak hukum didesak untuk tidak hanya “gagah” saat menindak rakyat kecil, namun tampak tak berdaya menghadapi sindikat besar Mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kian terang-terangan beroperasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kritik keras mengalir terkait efektivitas patroli dan penindakan di lapangan. Publik mempertanyakan mengapa penegakan hukum seolah-olah hanya menyasar pelanggaran skala kecil,seperti pengangkutan beberapa tabung gas—sementara iring-iringan mobil Carry yang memuat BBM ilegal dari Luwuk menuju ke berbagai desa, hingga ke kecamatan Bualemo seakan mendapatkan “karpet merah”.

​”Jangan hanya berani di level delapan tabung gas. Jika dalam waktu dekat mobil-mobil tangki dan armada Carry pengangkut BBM ilegal masih melenggang bebas, maka wajar jika publik bertanya,Di mana taring Polres Banggai?” tegas salah satu sumber pemantau integritas wilayah.

​Keresahan ini bukan tanpa alasan. Pola distribusi BBM yang diduga ilegal ini sudah berlangsung lama, seolah-olah menjadi pemandangan biasa di tahun-tahun sebelumnya. Kendaraan-kendaraan tersebut berlalu-lalang tanpa ketakutan akan jeratan hukum, yang kemudian memicu kecurigaan adanya “restu” atau pembiaran dari oknum-oknum tertentu.

​Integritas institusi kini berada di ujung tanduk. Muncul dugaan miring bahwa kebijakan di lapangan cenderung “melegalkan” pergerakan bagi pemilik modal besar, sementara warga kecil yang mencoba bertahan hidup justru ditekan habis-habisan.

​Polres Banggai diminta segera mengambil langkah konkret dengan memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Kapolsek di wilayah hukumnya. Tidak ada lagi alasan untuk membiarkan setiap kendaraan yang melakukan penjualan atau distribusi BBM secara ilegal terus beroperasi.

Hukum harus tegak lurus, baik bagi pengusaha bermodal besar maupun warga kecil.Jalur Luwuk–Pagimana–Bualemo harus bersih dari praktik penyelundupan BBM.

Institusi Polri jangan sampai tersandera oleh kepentingan “cuan” dari mafia migas.

​Jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu singkat, kepercayaan masyarakat terhadap Polres Banggai akan mencapai titik nadir. Publik menunggu pembuktian. Apakah Polres Banggai berdiri di pihak hukum, atau justru menjadi penonton setia di tengah carut-marutnya distribusi BBM ilegal?

Redaksi