​SUMBA BARAT DAYA, BTN – Di tengah klaim percepatan rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kenyataan pahit justru ditemukan di pelosok Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa akses listrik yang layak masih menjadi barang mewah bagi ribuan warga desa, terutama di wilayah Wewewa Selatan. 06/02/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Minimnya pengembangan jaringan bukan satu-satunya penghambat. Kehadiran “vendor-vendor nakal” yang tidak bertanggung jawab ditengarai menjadi benalu dalam proses perluasan infrastruktur energi di daerah ini.

​Wilayah seperti Kelembu Kaha dan sekitarnya menjadi potret nyata ketimpangan. Meski Indonesia telah merdeka puluhan tahun, warga di wilayah ini masih harus berjibaku dengan kegelapan atau bergantung pada sumber energi seadanya yang tidak stabil.

Kami merasa dianaktirikan. Pengembangan jaringan listrik di sini seolah berjalan di tempat. Kami butuh langkah konkret, bukan sekadar janji manis saat kampanye,” cetus salah seorang warga dengan nada kecewa.

​Investigasi media ini juga mengungkap adanya praktik tidak sehat dari pihak ketiga atau vendor pengadaan. Alih-alih mempercepat pemasangan, oknum vendor yang tidak bertanggung jawab justru seringkali menghambat proses teknis di lapangan, mulai dari kualitas pengerjaan yang buruk hingga ketidakjelasan target penyelesaian.

​Terkait hal ini, PLN (Persero) dituntut untuk tidak tutup mata. PLN harus melakukan pengawasan ketat dan menindak tegas vendor-vendor yang kinerjanya merugikan masyarakat serta merusak citra institusi negara.

​Membangun Sumba Barat Daya tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas sektoral:

  • ​Pemerintah Pusat & Provinsi: Mengalokasikan anggaran khusus untuk percepatan jaringan di NTT.
  • ​Pemerintah Daerah (Pemkab SBD): Melakukan pemetaan akurat dan mendesak PLN untuk prioritas wilayah terisolir.
  • ​Aparat Penegak Hukum: Mengawasi penggunaan anggaran agar tidak terjadi penyimpangan oleh oknum-oknum pencari keuntungan.

​Pengembangan jaringan listrik bukan sekadar soal penerangan lampu di malam hari, melainkan jantung dari pertumbuhan ekonomi. Tanpa listrik, sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM di desa-desa SBD akan terus lumpuh.

​Rakyat Sumba Barat Daya menanti aksi nyata. Jangan biarkan Bumi Sandelwood terus berada dalam bayang-bayang kegelapan di saat daerah lain mulai berlari menuju era digital.