Waingapu, BTN – Kelompok Wanita Tani (KWT) Tapawalabadi di Desa Mbatakapidu, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan kiprahnya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui berbagai kegiatan usaha produktif berbasis masyarakat. 8/06/2026
Tidak hanya mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghasilan keluarga, KWT Tapawalabadi juga mengelola usaha tenun ikat khas Sumba yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi. Selain itu, kelompok ini turut menjalankan Unit Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP) sebagai sarana penguatan permodalan bagi para anggotanya.
Keberadaan berbagai unit usaha tersebut menjadi bukti nyata peran perempuan dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Menariknya, KWT Tapawalabadi tidak hanya berorientasi pada pengembangan ekonomi. Kelompok ini juga menjadi wadah pembelajaran dan penguatan kapasitas perempuan dalam memahami isu kesetaraan gender, inklusi sosial, serta penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
Melalui pendekatan pemberdayaan yang terpadu, anggota kelompok didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, pengelolaan usaha, serta pembangunan sosial di lingkungan mereka.
Kehadiran KWT Tapawalabadi diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok perempuan lainnya di Kabupaten Sumba Timur dalam mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan, sekaligus membangun masyarakat yang lebih inklusif, mandiri, dan sejahtera.
Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan, perempuan Desa Mbatakapidu membuktikan bahwa mereka tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga motor penggerak pembangunan di tingkat akar rumput.
Reporter:






