Sabu Raijua, BTN — 5 April 2026 — Suasana yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dalam kegiatan Pacuan Kuda (Pehere Djara) Paskah di Desa Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, berubah menjadi duka mendalam. Seorang pemuda berinisial TRH (23) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian leher dalam insiden tragis yang terjadi pada Minggu sore. 06/04/2026
Peristiwa ini diduga merupakan puncak dari konflik yang telah terjadi sehari sebelumnya. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pada Sabtu malam (4/4/2026), korban dan terduga pelaku sempat terlibat keributan di wilayah Pedoa, Kampung Tuwi, yang mengakibatkan korban mengalami luka di bagian bibir.
Ketegangan tersebut berlanjut keesokan harinya saat keduanya kembali bertemu di lokasi pacuan kuda. Korban yang diduga masih menyimpan emosi, mendatangi terduga pelaku untuk meminta penjelasan. Adu mulut pun terjadi dan situasi memanas hingga korban diduga melakukan pemukulan terhadap pelaku.
Dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, terduga pelaku kemudian mencabut senjata tajam yang dibawanya. Meski sempat dihalangi oleh saksi di lokasi, pelaku berhasil melayangkan satu tikaman yang mengenai leher korban, menyebabkan luka fatal.
Usai kejadian, pelaku melarikan diri dari lokasi. Upaya pengejaran sempat dilakukan oleh warga, namun terhambat oleh sekelompok orang yang diduga turut menghalangi, bahkan terjadi aksi kekerasan terhadap saksi.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Menia menggunakan kendaraan pickup. Meskipun masih dalam kondisi bernapas saat perjalanan, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WITA.
Pihak kepolisian bergerak cepat menanggapi kejadian ini. Terduga pelaku berinisial DD (22), warga Desa Teriwu, Kecamatan Sabu Barat, telah berhasil diamankan dan kini berada di Polres Sabu Raijua untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara pasti rangkaian peristiwa tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat kegiatan Pehere Djara Paskah merupakan agenda tahunan yang biasanya berlangsung dengan aman. Evaluasi terhadap sistem pengamanan acara pun menjadi hal yang dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dengan hati yang penuh duka, saya turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum TRH. Semoga Tuhan menerima almarhum di sisi-Nya dan memberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya kedua orang tua yang mengalami kehilangan begitu besar.
Selamat jalan… damailah dalam kasih Tuhan. ✍️






