Scroll Untuk Lanjut Membaca

​SUMBA BARAT DAYA, BTN — 5/08/2026, Tragedi berdarah mengguncang warga Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya (SBD). Seorang petani lokal bernama Dominggus Tanggu Holo (40) tewas mengenaskan setelah menjadi korban penganiayaan berat di area perkebunan Kampung Homba Tara, Desa Kori, pada Selasa (4/8/2026) sore sekitar pukul 15.00 WITA.

​Peristiwa memilukan tersebut bermula ketika korban tengah beraktivitas di kebun bersama seorang saksi berinisial RR (37). Suasana tenang di area perkebunan mendadak mencekam saat kelompok terduga pelaku yang dipimpin oleh Apner dkk datang mendekat dan secara mengejutkan langsung mengejar korban.

​Sadar dirinya berada dalam bahaya, Dominggus berupaya menyelamatkan diri dengan berlari melintasi rimbunnya tanaman perkebunan. Sayangnya, kejaran para terduga pelaku yang bertindak beringas terlalu cepat hingga berhasil menyudutkan dan mengepung korban di dalam area kebun.

​Tanpa belas kasihan, para terduga pelaku melancarkan serangan brutal menggunakan senjata tajam jenis parang. Sabetan senjata tajam secara beruntun mengenai bagian-bagian vital tubuh korban, hingga mengakibatkan luka tebasan yang amat parah dan fatal.

​Akibat sabetan parang tersebut, korban menderita luka robek serius pada area leher, kedua lengan, tangan kanan, hingga punggung belakang. Pendarahan hebat yang keluar secara terus-menerus membuat korban langsung terkapar tak berdaya di tempat kejadian perkara (TKP).

​Mendapat informasi mengenai insiden berdarah tersebut, KA SPKT Aiptu Muhlis bersama jajaran anggota kepolisian dan warga sekitar dengan sigap mendatangi lokasi. Petugas bersama pemuda setempat langsung mengevakuasi tubuh korban yang bersimbah darah untuk dilarikan ke Puskesmas Kori guna mendapatkan pertolongan medis darurat.

​Namun takdir berkata lain, nyawa pria Katolik asal RT 03 Desa Hameli Ate tersebut tidak dapat diselamatkan. Tim medis dan dokter jaga di Puskesmas Kori menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia tak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut akibat kehabisan darah.

​Hingga berita ini diturunkan, aparat Kepolisian Resor SBD telah menyegel area kebun dengan garis polisi (police line) untuk keperluan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Pihak kepolisian masih terus bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna membongkar motif di balik penyerangan ini serta memburu keberadaan Apner dkk yang kini melarikan diri.

Kabiro SBD, Eman Ledu.