Bangkep, BTN 19/04/2026– Di bawah riuh rendah sorak-sorai penonton dan sorot lampu arena tinju Kabupaten Kepulauan Sangihe, seorang gadis remaja dengan tatapan mata tajam namun rendah hati berhasil mengukir sejarah baru. Fitri Ramadhani, putri daerah asal Desa Labasiano, Kecamatan Buko, resmi dinobatkan sebagai Juara 2 dalam ajang kejuaraan tinju bergengsi tingkat regional tahun 2026. Prestasi ini bukan sekedar tentang medali perak yang melingkar di lehernya, melainkan tentang manifesto perjuangan anak desa yang menembus batas keterbatasan.
Mewakili SMANOR Tadulako Palu, Fitri membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi talenta emas untuk bersinar. Setiap pukulan yang mendarat dan tangkisan yang kokoh adalah representasi dari harapan guru-gurunya serta kerinduan mendalam pada tanah kelahirannya di Banggai Kepulauan. Namun, di balik kegemilangan itu, terselip pesan tersirat tentang betapa kerasnya perjuangan seorang atlet daerah yang harus merantau jauh demi mendapatkan fasilitas pelatihan yang layak di ibu kota provinsi.
Darah petarung yang mengalir dalam nadi Fitri ternyata bukanlah kebetulan. Bakat luar biasa ini merupakan warisan turun-temurun dari sang kakek, (Almarhum) T.P. Laliput, seorang anggota Polri yang pada masanya dikenal sebagai petinju tangguh yang kerap mengharumkan nama institusi di berbagai kejuaraan. Kini, cucu perempuannya melanjutkan estafet ketangguhan tersebut, membuktikan bahwa dedikasi terhadap olahraga tinju telah menjadi bagian dari genetika keluarga besar Laliput.
“Kemenangan ini sepenuhnya untuk masyarakat Banggai Kepulauan, khususnya Desa Labasiano. Saya ingin dunia tahu bahwa dari pelosok Kecamatan Buko, ada anak muda yang mampu bersaing di level tinggi,” ungkap Fitri dengan mata berkaca-kaca. Kalimat ini bukan sekedar luapan emosi, melainkan sebuah pengingat bagi para pemangku kebijakan bahwa bakat-bakat besar seringkali lahir dari tempat-tempat yang paling jarang tersentuh oleh fasilitas olahraga yang memadai.
Keberhasilan Fitri menggapai podium di Sangihe seharusnya menjadi “alarm” keras bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banggai Kepulauan. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa bibit unggul ada di depan mata, namun seringkali layu sebelum berkembang jika tidak mendapatkan dukungan sistematis. Sudah saatnya otoritas olahraga daerah lebih proaktif dalam memetakan, membina, dan membiayai perjalanan atlet-atlet potensial secara berkelanjutan agar tidak ada lagi talenta yang berjalan sendiri tanpa arah.
Selama ini, banyak atlet dari Banggai Kepulauan yang terpaksa berjuang secara mandiri atau mengandalkan bantuan pihak luar untuk bisa berkompetisi di level yang lebih tinggi. Ke depannya, sinergi antara KONI dan Pemerintah Kabupaten sangat dinantikan agar para pahlawan olahraga ini memiliki jaminan masa depan. Dukungan finansial, jaminan beasiswa bagi atlet pelajar, serta penyediaan fasilitas latihan di tingkat kecamatan harus menjadi prioritas utama dalam agenda kerja pemerintah daerah.
Di balik ketangguhannya di atas ring, Fitri tetaplah seorang hamba yang taat dan memegang teguh nilai spiritual. Kalimat pertama yang terucap dari bibirnya bukanlah tentang keangkuhan, melainkan pujian kepada Tuhan Sang Maha Pengasih. “Semua ini hanyalah karena izin-Nya. Tanpa kekuatan dari Tuhan, saya tidak akan sampai di titik ini. Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi hidup saya,” tuturnya lembut sambil menggenggam erat piagam penghargaannya.
Rasa terima kasih yang tak terhingga juga ia haturkan kepada sosok ibunda tercinta, Melly Yanti Laliput, yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Tataba. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara yang telah kehilangan figur ayah,(Almarhum) Marzuki dg. Sitaba,doa-doa malam sang ibu menjadi perisai dan pelindung tak kasat mata bagi Fitri di setiap ronde pertandingan yang melelahkan. Perjuangan sang ibu sebagai orang tua tunggal menjadi bahan bakar semangat bagi Fitri untuk terus memberikan yang terbaik.
Tak lupa, Fitri menyebut peran vital para pelatih di SMANOR Tadulako yang dengan sabar menempa fisik dan mentalnya hingga menjadi baja. Di tangan pelatih yang tepat, rasa lelah diubah menjadi kekuatan, dan keraguan dikonversi menjadi keyakinan yang membaja. Namun, keberadaan pelatih hebat juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang mumpuni agar metode pelatihan mereka dapat maksimal dalam mencetak “Fitri-Fitri” baru di masa depan.
Kisah Fitri adalah inspirasi segar dari ujung timur Sulawesi Tengah, yang membuktikan bahwa bakat emas tersembunyi di rimbunnya pesisir dan perbukitan Banggai Kepulauan. Kepulangannya nanti tentu akan disambut sebagai pahlawan bagi rekan-rekannya di sekolah dan kebanggaan bagi warga Kecamatan Buko yang rindu akan kabar baik di tengah hiruk-pikuk isu daerah. Keberhasilan ini memberikan warna baru bagi wajah olahraga Sulawesi Tengah di kancah regional.
Kini, “bola panas” berada di tangan para pengambil kebijakan di tingkat kabupaten. Prestasi Fitri Ramadhani di tahun 2026 ini jangan hanya dijadikan sebagai seremoni foto bersama atau konten media sosial saat penyambutan saja. Momentum ini harus menjadi titik balik evaluasi total bagi pengelolaan anggaran olahraga. Atlet berprestasi membutuhkan apresiasi nyata, pembinaan yang terencana, dan transparansi anggaran agar mereka tetap fokus mengasah kemampuan tanpa harus memikirkan beban biaya kompetisi.
Masyarakat Banggai Kepulauan menaruh harapan besar agar kesuksesan Fitri menjadi pemicu lahirnya kebijakan olahraga yang lebih berpihak pada atlet “akar rumput”. Jangan biarkan talenta daerah harus menanti keberuntungan atau kebaikan hati pihak ketiga untuk bisa mengharumkan nama daerah. Sudah menjadi kewajiban konstitusional daerah untuk menjaga api semangat yang telah dinyalakan oleh putri terbaiknya melalui program-program olahraga yang terintegrasi.
Selamat atas pencapaianmu, Fitri Ramadhani! Teruslah melangkah dan pukul mundur setiap rasa takut serta keterbatasan yang ada di hadapanmu. Engkau telah membuktikan bahwa meski berasal dari desa kecil, pukulanmu mampu menggetarkan arena regional. Banggai Kepulauan dan Sulawesi Tengah menanti gebrakanmu selanjutnya di panggung nasional. Teruslah bersinar, sang juara sejati!
Jein






