Scroll Untuk Lanjut Membaca

POSO, BTN — Langkah tegas untuk membersihkan sektor maritim dari jeratan narkotika terus disuarakan. Badan Narkotika Nasional (BNN) kini diminta segera turun tangan melakukan pemeriksaan urine secara menyeluruh terhadap para Anak Buah Kapal (ABK) perikanan yang beroperasi di wilayah perairan Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah.

Desakan ini muncul menyusul adanya kekhawatiran mengenai pemanfaatan jalur laut dan sektor perikanan sebagai tameng peredaran gelap narkoba. Kondisi kerja di laut lepas yang berat sering kali dijadikan alasan bagi oknum kru kapal untuk mengonsumsi zat terlarang tersebut. Namun yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas kapal perikanan rentan dimanfaatkan oleh jaringan narkoba untuk memasok sabu ke wilayah pesisir. 4/11/2026

Selain melakukan deteksi dini lewat tes urine massal bagi para ABK, aparat penegak hukum—khususnya BNN dan kepolisian setempat—didesak untuk tidak hanya berhenti pada tingkat pengguna. Petugas diminta melakukan penelusuran mendalam untuk mencari, memetakan, dan menangkap para pengedar serta bandar besar yang menjadi otak di balik pasokan barang haram ke lingkungan nelayan tersebut.

“Pemeriksaan urine di atas kapal perikanan sangat krusial, bukan hanya demi keselamatan berlayar, tetapi juga untuk memutus rantai pasok. Jalur perairan Poso dan Tojo Una-Una harus diawasi ketat, dan kami meminta BNN segera memburu bandar utama yang menyasar para pekerja laut ini,” ujar perwakilan elemen masyarakat sipil setempat yang peduli pada pemberantasan narkoba.

Langkah preventif dan represif yang sinergis di kawasan pesisir Teluk Tomini ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak sindikat narkoba, sekaligus memastikan bahwa ekosistem perikanan di Poso dan Tojo Una-Una bersih dari penyalahgunaan narkotika.