​SUMBA BARAT DAYA, BTN – Tim pengawas proyek pembangunan Gedung Merah Putih di Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, secara tegas membantah tudingan masyarakat yang menyebut proyek tersebut mangkrak. Berdasarkan hasil pantauan langsung di lokasi pada Selasa (03/02/2026), aktivitas pengerjaan dipastikan tetap berjalan sesuai progres.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Klarifikasi ini muncul menyusul ramainya sorotan di media sosial yang mengeklaim adanya pemberhentian sepihak atau kegagalan kelanjutan proyek di wilayah tersebut.

​Perwakilan Tim Pengawas Proyek menjelaskan bahwa istilah “mangkrak” yang berkembang di masyarakat adalah sebuah kekeliruan persepsi. Menurutnya, dinamika kecepatan progres di lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor alam.

​”Pekerjaan tetap berjalan. Sebutan mangkrak itu keliru. Kami akui ada tantangan di lapangan, terutama kondisi cuaca hujan yang akhir-akhir ini tidak bersahabat, sehingga memengaruhi ritme kerja,” ungkap salah satu anggota tim pengawas saat meninjau lokasi.

​Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan logistik di lapangan masih sangat memadai untuk melanjutkan pembangunan hingga tuntas. “Bahan material masih sangat mencukupi di lokasi, dan para tukang bersama pengawas tetap beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.

​Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat Desa Dinjo mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya. Mereka menilai, pembangunan Gedung Merah Putih ini merupakan program strategis pemerintah yang harus dikawal dengan cara-cara yang positif.

​”Sebagai warga yang mencintai kemajuan wilayah, seharusnya kita memberikan dukungan positif terhadap program pemerintah. Mari kita pantau bersama, namun tetap dengan semangat mendukung demi percepatan pembangunan di desa kita,” ujar salah seorang warga setempat.

​Pihak pengawas berkomitmen untuk terus memacu pengerjaan gedung tersebut agar dapat segera diselesaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas di Kecamatan Kodi Bangedo.