BANGGAI LAUT – BTN 28/06/2026-Klaim sepihak yang dilontarkan oleh Kepala Perwakilan salah satu media di Banggai Laut, yang menyebut kritik terhadap kemitraan media di Banggai Laut sebagai opini tanpa dasar, memicu reaksi keras dari ruang redaksi. Tudingan tersebut dinilai sebagai upaya gagal untuk mengaburkan substansi masalah yang sebenarnya sedang terjadi di tubuh birokrasi pemerintahan daerah.
Merespons hal itu, Pimpinan Redaksi Berantastipikornews, Hermanius Burunuang, langsung angkat bicara dan melayangkan sanggahan balik yang menohok. Hermanius secara tegas menyatakan bahwa seluruh produk jurnalistik yang diterbitkan oleh medianya bukanlah narasi kosong, melainkan hasil investigasi yang didasarkan pada data lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
”Perlu kami tegaskan dengan sangat clear di sini, apa yang kami publikasikan itu bukan hoaks! Kami tidak sedang mengarang cerita atau sekedar mencari sensasi. Kami mengantongi bukti dan data-data otentik mengenai apa yang kami posting, dan selaku pimpinan redaksi, saya pasang badan serta bertanggung jawab sepenuhnya,” tegas Hermanius dengan nada sengit.
Dirinya juga menyayangkan sikap oknum wartawan atau media tertentu yang terkesan bertindak sebagai ‘tameng hidup’ atau humas tambahan bagi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Banggai Laut. Menurut Hermanius, media seharusnya berdiri tegak sebagai pilar keempat demokrasi yang mengawasi jalannya anggaran negara, bukan justru sibuk menjustifikasi kinerja birokrasi yang patut dipertanyakan.
Ia meluruskan tuduhan bahwa pemberitaan Berantastipikornews bertujuan untuk merusak citra profesi jurnalis jurnalis lain di Banggai Laut. Hermanius menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pembersihan tata kelola anggaran publik di Dinas Kominfo, bukan sedang menabuh genderang perang dengan sesama pekerja pers.
”Kami sama sekali bukan ingin mendiskreditkan atau menjatuhkan media lain, tetapi ini adalah persoalan fakta yang telanjang di lapangan. Jika ada ketidakberesan dalam pengelolaan kemitraan yang menggunakan uang rakyat, maka wajib bagi kami untuk membongkarnya ke permukaan,” tambahnya lagi secara lugas.
Alih-alih saling berbalas opini di media, Hermanius Burunuang memilih langsung menusuk ke jantung persoalan dengan melayangkan tantangan terbuka kepada Dinas Kominfo Kabupaten Banggai Laut. Tantangan ini sekaligus untuk menguji apakah klaim ‘sudah sesuai prosedur’ yang dibanggakan oleh pihak seberang memang benar adanya atau hanya sekedar lips service semata.
”Jika benar apa yang disanggah oleh media lain itu, dan jika memang Dinas Kominfo Banggai Laut merasa sudah bekerja sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, mengapa harus risih? Saya tantang mereka untuk buka-bukaan data secara transparan di hadapan publik hari ini juga,” cetus Hermanius menantang.
Pihak Berantastipikornews mendesak agar Dinas Kominfo Banggai Laut segera mempublikasikan dokumen resmi mengenai daftar media apa saja yang secara sah mengikat kontrak kerja sama atau Memorandum of Understanding (MOU) pada tahun anggaran ini dan sebelumnya, Transparansi ini penting agar masyarakat tahu ke mana saja aliran dana publik tersebut mengalir.
Bukan tanpa alasan, Hermanius mensinyalir ada standar ganda yang diterapkan dalam proses verifikasi kemitraan tersebut. Oleh karena itu, ia menuntut Kominfo untuk turut membeberkan daftar media yang hingga kini legalitas korporasi pers masih dipertanyakan, namun anehnya tetap lolos dan menikmati kue anggaran daerah.
”Buka datanya ke publik secara gamblang! Biar publik, elemen masyarakat, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat bisa menilai sendiri mana media yang benar-benar memiliki legalitas baku dan mana media yang patut dipertanyakan keabsahannya,” seru Hermanius dengan retorika tajam.
Sebagai penutup, ia memperingatkan agar instansi terkait tidak bersembunyi di balik tameng opini media rekanan untuk menghindari audit investigatif. Baginya, kebenaran tidak bisa disembunyikan dengan narasi pembelaan yang rapuh, dan transparansi data adalah satu-satunya jawaban mutlak untuk menyudahi kegaduhan ini.
Redaksi






