NUHON, BANGGAI, BTN – Minggu 19/07/2026, Hari-hari awal masa tugas Kombes Pol. Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., sebagai Kapolresta Banggai langsung diuji oleh tantangan alam yang berat. Tanpa ragu, perwira menengah Polri ini langsung turun ke lapangan untuk memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan pegunungan Desa Batu Hitam, Kecamatan Nuhon, Sabtu (18/7/2026).
Aksi sigap ini menandai hari kedua operasi besar penanggulangan bencana Karhutla di wilayah tersebut. Sebelumnya, amukan si jago merah dilaporkan telah menghanguskan sekitar 50 hektare lahan, memicu kekhawatiran meluasnya dampak kerusakan lingkungan.
Kehadiran langsung orang nomor satu di Polresta Banggai ini tidak sendirian. Didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Banggai, kehadiran mereka di garis depan menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam merespons cepat setiap bencana yang mengancam keselamatan masyarakat.
Setibanya di lokasi, kondisi medan yang terjal langsung menyambut tim. Kombes Pol. Hendri bersama personel Polresta Banggai segera membaur dengan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta tim gabungan lainnya untuk melancarkan aksi pemadaman.
Mereka saling bahu-membahu menaklukkan sisa-sisa kobaran api yang masih menyala di lereng pegunungan. Medan yang curam dan sulit dijangkau tidak menyurutkan semangat tim gabungan demi melokalisir area agar api tidak kembali meluas.
“Pemadaman Karhutla ini merupakan upaya kami untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk kebakaran hutan,” ujar Kombes Pol. Hendri Yulianto di sela-sela operasi pemadaman.
Perjuangan tim di lapangan nyatanya tidak mudah karena harus berhadapan dengan berbagai tantangan ekstrem. Selain topografi pegunungan yang sangat berat, petugas juga harus berkejaran dengan cuaca yang tidak menentu dan embusan angin kencang yang sewaktu-waktu bisa memicu tiupan api baru.
Hambatan semakin berlapis karena lokasi kebakaran sama sekali tidak terjangkau oleh jaringan telekomunikasi maupun internet. Kondisi blank spot ini memaksa personel di lapangan memutar otak dan ekstra cermat dalam melakukan koordinasi taktis antargrup.
Berdasarkan hasil pemantauan udara dan darat, kawasan pegunungan yang terbakar tersebut didominasi oleh vegetasi semak belukar. Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, seluruh tanaman bawah tersebut telah mengering dan berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah tersulut.
Kendati dihadang berbagai keterbatasan, kerja keras tiada henti dari tim gabungan akhirnya membuahkan hasil yang melegakan. Hingga pemantauan terakhir di titik-titik krusial, petugas memastikan sudah tidak ditemukan lagi adanya titik api maupun kepulan asap.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari faktor alam yang mendukung. Guyuran hujan dengan intensitas cukup tinggi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 17.40 Wita di area tersebut diakui sangat membantu proses pendinginan lahan secara alami.
Menutup operasi tersebut, Kapolresta Banggai mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar. Langkah cepat Kombes Pol. Hendri Yulianto ini dinilai publik sebagai sinyal kuat bahwa keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan akan menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya.






