Scroll Untuk Lanjut Membaca

Waingapu, BTN – Kasus bayi yang lahir dengan kondisi patah tulang paha kanan di RSUD Umbu Rara Meha, Kabupaten Sumba Timur, terus menjadi perhatian publik. Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu tindak lanjut permohonan audit medis yang telah diajukan kepada pihak berwenang untuk mengungkap secara jelas penyebab terjadinya kondisi tersebut. 19/06/2026

Peristiwa yang terjadi pada 8 Mei 2025 itu bermula ketika ibu bayi dirujuk dari Puskesmas Nggoa ke RSUD Umbu Rara Meha guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Setelah menjalani proses persalinan melalui tindakan operasi, keluarga mengaku terkejut saat mengetahui bayi yang dilahirkan mengalami patah tulang paha kanan.

Merasa perlu mendapatkan penjelasan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan, keluarga kemudian mengajukan permohonan audit medis kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur. Selain itu, laporan juga telah disampaikan kepada Ombudsman serta aparat penegak hukum untuk memperoleh kepastian mengenai proses penanganan kasus tersebut.

“Kami hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Audit medis penting agar fakta-fakta yang ada dapat dibuka secara transparan dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi,” ungkap pihak keluarga.

Menurut keterangan keluarga, mereka sempat memperoleh informasi bahwa investigasi yang dimohonkan belum dapat dilakukan karena alasan keterbatasan anggaran. Kondisi ini memunculkan perhatian publik, mengingat kasus yang berkaitan dengan keselamatan pasien dinilai memerlukan penanganan yang cepat, profesional, dan transparan.

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pihak RSUD Umbu Rara Meha telah menyampaikan bahwa tindakan medis yang dilakukan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Namun demikian, keluarga berharap audit medis tetap dilaksanakan agar terdapat penilaian independen yang dapat memberikan kejelasan kepada semua pihak.

Pengamat pelayanan publik menilai audit medis merupakan instrumen penting untuk memastikan apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar profesi dan ketentuan yang berlaku. Hasil audit juga diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masa mendatang.

Kini publik menunggu langkah konkret dari instansi terkait. Transparansi dalam penanganan kasus ini dinilai penting tidak hanya untuk menjawab pertanyaan keluarga korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumba Timur.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada hasil audit medis yang diumumkan kepada publik terkait kasus tersebut.

 

Piter Kabiro, Sumba Timur.