SUMBA BARAT DAYA, NTT, BTN — Kasus pencurian uang tunai dalam jumlah fantastis mengguncang warga Desa Kapaka Madeta, Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD. Uang tunai sebesar Rp296 juta milik Pelipus Bani—yang akrab disapa Bapak Linda—raib digondol maling dari dalam brankas rumahnya. Kejadian yang berlangsung pada Rabu (25/9/2026) tersebut kini memicu suasana saling curiga di tengah masyarakat setempat. 2/10/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Aksi pembobolan ini membuncah lantaran bukan kali pertama dialami oleh korban. Berdasarkan keterangan Pemerintah Desa Kapaka Mandeta, nasib naas yang menimpa Pelipus Bani ini tercatat sudah merupakan insiden kehilangan untuk keempat kalinya. Kerugian kali ini menjadi yang terbesar, mengingat nilai dana simpanan yang raib mencapai ratusan juta rupiah.

​Merespons peristiwa ini, Kepala Desa Kapaka Mandeta mendampingi korban menyambangi Markas Kepolisian Resor (Polres) SBD pada Jumat (30/9/2026). Kehadirannya tidak hanya untuk memberikan dukungan moral, tetapi juga mendesak aparat penegak hukum agar bergerak cepat dan mengusut tuntas kasus pencurian yang meresahkan warga wilayahnya tersebut.

​Di hadapan penyidik, Kades Kapaka Mandeta menegaskan perlunya kesiapsiagaan pihak kepolisian dalam menangkap jejak para pelaku. Ia menyodorkan sejumlah petunjuk awal, termasuk informasi dugaan bahwa salah satu pihak yang dicurigai kini tengah berupaya melarikan diri ke kawasan Pamalala, Kampung Bugis, Waingapu.

​Pihak Polres SBD membenarkan telah menerima laporan resmi dari korban dan langsung bergerak melakukan penyelidikan mendalam. Tim penyidik telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terduga pelaku yang ditengarai mengetahui keberadaan uang ratusan juta rupiah tersebut.

​Aparat kepolisian kini tengah merangkai kronologi kejadian secara presisi untuk mengungkap misteri hilangnya uang dari brankas. Penyidikan difokuskan pada penelusuran alur asal-usul uang, detail detik-detik terjadinya pencurian, hingga mengidentifikasi siapa pihak terakhir yang memegang akses atau menguasai dana simpanan tersebut.

​Guna mencegah situasi lingkungan memanas akibat aksi saling tuduh, kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang. Warga diminta tidak mengambil tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses pembuktian hukum secara profesional kepada penyidik berwajib.

​Pihak keluarga korban menaruh harapan besar agar aparat kepolisian dapat memecahkan kasus ini secara terang benderang dalam waktu dekat. Mereka berharap keberadaan uang tunai milik Pelipus Bani dapat segera teracak dan dikembalikan utuh kepada pemiliknya.

​Hingga berita ini diturunkan, kendati beberapa pihak terduga telah diamankan dan diperiksa secara intensif, Polres SBD belum menetapkan tersangka resmi. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti materiil guna merekonstruksi tindak kejahatan ini secara tuntas.