Scroll Untuk Lanjut Membaca

KANATANG, SUMBA TIMUR, BTN — Malam ini, suasana adat di Kanatang dipenuhi perjumpaan puluhan rumpun keluarga dan suku. Sekitar 60 suku disebut berkumpul dalam rangkaian Pematu Maling (PM) menjelang prosesi pemakaman Raja Kanatang, almarhum Umbu Hapu, yang dijadwalkan berlangsung pada 18 September 2026.

Bagi masyarakat Sumba, momentum pemakaman dalam tradisi adat bukan sekadar prosesi mengantar seseorang ke tempat peristirahatan terakhir. Kehadiran kerabat dan berbagai rumpun suku menjadi bagian dari ikatan sosial dan penghormatan terhadap keluarga yang sedang berduka.

Ketua panitia pemakaman ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa undangan telah disampaikan kepada sekitar 60 suku untuk menghadiri rangkaian acara adat tersebut.

Malam ini, para perwakilan suku berkumpul di Kanatang dalam rangkaian yang disebut Pematu Maling (PM). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju prosesi pemakaman yang akan dilaksanakan esok hari.

Dari Nipa Kamboni, rombongan yang mengatasnamakan Dr. Umbu Rudi Kabunang, mewakili Bapak Umbu Ngguli Hunga, turut hadir dalam rangkaian penghormatan dan pemakaman almarhum Raja Kanatang Umbu Hapu.

Dalam rangkaian pemakaman tersebut, turut dikebumikan Rambu Mbanga Meha, istri dari Raja Kanatang Umbu Hapu. Rambu Mbanga Meha diketahui berasal dari Suku Nipa Karera, sehingga hubungan kekerabatan dalam prosesi ini juga mempertemukan keluarga dari Kanatang dan Nipa Karera.

Selain almarhum Umbu Hapu dan istrinya, satu anggota keluarga lainnya, yakni mama dari almarhum Umbu Hapu, juga dijadwalkan dikebumikan pada Jumat, 18 September 2026.

Berkumpulnya sekitar 60 suku menjadikan Kanatang sebagai titik pertemuan berbagai rumpun keluarga menjelang prosesi pemakaman.

Kehadiran keluarga dari berbagai suku, termasuk rombongan Nipa Kamboni dan keluarga dari Suku Nipa Karera, memperlihatkan luasnya hubungan kekerabatan yang terjalin dalam kehidupan adat masyarakat Sumba.

Besok, seluruh rangkaian tersebut akan berlanjut pada prosesi pemakaman Raja Kanatang Umbu Hapu bersama istrinya, Rambu Mbanga Meha, serta mama dari almarhum Umbu Hapu.

Catatan redaksi: Penyebutan dan makna istilah Pematu Maling (PM) dalam berita ini mengikuti keterangan panitia. Untuk publikasi final, istilah dan makna adatnya sebaiknya dikonfirmasi kepada tokoh adat Kanatang agar sesuai dengan konteks adat setempat.

Piter Kabiro, Sumba Timur