SUMBA TENGAH, BTN – Kondisi jalan menuju Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, kembali menjadi sorotan publik. Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah setelah proyek perbaikan jalan yang telah berulang kali diukur hingga kini belum menunjukkan realisasi yang jelas. 31/05/2026
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ruas jalan tersebut telah beberapa kali masuk dalam proses pengukuran untuk rencana pembangunan. Namun, hingga saat ini masyarakat masih harus menghadapi akses jalan berbatu, terjal, dan berisiko bagi keselamatan pengguna.
Situasi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, pengukuran yang dilakukan berulang kali belum menghasilkan pembangunan fisik yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
Warga berharap pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka terkait status program pembangunan jalan tersebut, termasuk sumber anggaran, tahapan perencanaan, serta kendala yang menyebabkan proyek belum terealisasi.
Selain menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, kondisi jalan juga berdampak pada akses pelayanan kesehatan. Warga mengaku kesulitan menuju fasilitas kesehatan, terutama saat musim hujan ketika kondisi jalan semakin membahayakan.
Sejumlah masyarakat meminta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap proses perencanaan dan penganggaran pembangunan jalan di wilayah tersebut. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi maupun dugaan adanya ketidakefektifan penggunaan anggaran pembangunan.
Brantas Tipikor NTT menilai persoalan infrastruktur yang berlarut-larut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Setiap program yang telah masuk tahap pengukuran dan perencanaan seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk memastikan akses jalan menuju Desa Ole Ate dapat segera diperbaiki demi mendukung keselamatan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi warga setempat.






