SUMBA TIMUR, BTN — Prestasi kembali ditorehkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Sumba Timur. Dalam ajang Lomba Masak Pangan Lokal Khusus OPD Pria yang merupakan bagian dari rangkaian Humba Merdeka Festival ke-81 di Swembak Matawai, tim Diskop UKM Sumba Timur berhasil merebut Juara I. 2/09/2026
Kemenangan tersebut tidak diraih hanya dengan mengandalkan kemampuan memasak. Tim yang diperkuat Kabid Kelembagaan Victor Palulu, Kabid Pemberdayaan Remikati Yiwa, Yudi, Agus, dan Fir harus menunjukkan kekompakan, kebersihan, kreativitas pengolahan, hingga kemampuan mengangkat cita rasa pangan lokal dalam satu sajian.
Menu yang disajikan pun menjadi bagian penting dari penampilan tim. Mereka mengolah sejumlah bahan pangan lokal menjadi hidangan lengkap, yakni Es Bingu dengan topping serutan kelapa, Nasi Sorgum Jagung Bakar Isi Ikan, Katumbu Ikan Tenggiri dan Urap Rumput Laut, serta Sirup Telang.
Dari rangkaian menu tersebut, terlihat bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi sajian yang memiliki nilai tambah tanpa harus kehilangan karakter bahan dasarnya.
Hal inilah yang membuat lomba tersebut memiliki makna lebih luas. Pangan lokal tidak semestinya hanya dipandang sebagai bahan konsumsi sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kuliner yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi mendukung sektor UMKM.
Bagi Dinas Koperasi dan UKM, capaian tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pengembangan pangan lokal memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketika bahan baku lokal mampu diolah secara kreatif, peluang peningkatan nilai tambah dan pemasaran produk masyarakat juga semakin terbuka.
Di sisi lain, keberhasilan tim Diskop UKM Sumba Timur juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi internal. Lima anggota tim bekerja bersama dalam menyiapkan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian hidangan di hadapan dewan juri.
Dukungan keluarga besar Diskop UKM Sumba Timur turut mengiringi perjuangan tim hingga berhasil keluar sebagai juara pertama.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi catatan positif bagi upaya memperkenalkan pangan lokal Sumba Timur dalam berbagai kegiatan publik. Namun, tantangan berikutnya bukan berhenti pada keberhasilan meraih piala.
Pertanyaannya, sejauh mana potensi pangan lokal yang ditampilkan dalam perlombaan tersebut dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM?
Karena pada akhirnya, keberhasilan mengangkat pangan lokal tidak cukup hanya ditampilkan dalam sebuah perlombaan. Pangan lokal harus mampu hadir secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, memiliki pasar, dan memberikan dampak bagi masyarakat yang menjadi pelaku utamanya.
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumba Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim, keluarga besar dinas, panitia Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, serta dewan juri yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Juara I boleh menjadi kebanggaan. Namun, pekerjaan yang lebih besar adalah memastikan potensi pangan lokal Sumba Timur tidak berhenti di atas meja perlombaan, melainkan bergerak menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
(BT/Red)
Piter Kabiro, Sumba Timur






