SUKABUMI, BTN – Suasana senyap tengah malam di Kampung Margajaya mendadak berubah menjadi horor. Tepat pada Minggu (15/3/2026) pukul 00.00 WIB, guncangan gempa bumi yang dahsyat meluluhlantakkan satu hunian milik warga, menyisakan puing dan luka mendalam bagi keluarga Pak Abun.
Rumah yang terletak di Jalan Manangel, RT 25 RW 04, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang ini tak kuasa menahan getaran hebat. Saat bumi bergoyang, Pak Abun dan keluarganya tengah terlelap. Dalam hitungan detik yang krusial, mereka terjaga dan berhamburan keluar sesaat sebelum atap bangunan ambruk total menghantam lantai.
”Semua terjadi begitu cepat. Kami hanya pikir bagaimana caranya keluar. Begitu sampai di halaman, terdengar suara dentuman keras, atap kami sudah rata dengan tanah,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada gemetar.
Meski gelap gulita dan udara dingin menusuk tulang, musibah ini justru memicu gelombang kemanusiaan yang luar biasa. Tanpa dikomando, warga Kampung Margajaya segera berdatangan setelah getaran mereda.
Dengan peralatan seadanya, puluhan warga bahu-membahu membersihkan sisa reruntuhan. Pemandangan ini diwarnai isak tangis haru dari keluarga Pak Abun yang tak menyangka akan mendapat dukungan sebesar itu di saat mereka kehilangan tempat bernaung.
Di tengah gelapnya malam, semangat gotong royong warga menjadi satu-satunya cahaya harapan bagi keluarga Pak Abun.”
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan ini, kerugian materiil yang diderita Pak Abun sangat besar. Saat ini, keluarga korban sangat membutuhkan bantuan darurat untuk memperbaiki tempat tinggal mereka agar layak huni kembali.
Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah maupun dermawan dapat segera turun tangan memberikan bantuan renovasi. Bagi Pak Abun, rumah tersebut bukan sekedar bangunan, melainkan satu-satunya tempat berlindung bagi istri dan anak-anaknya.
Reporter: Romi Sandi Maulana Sidik






