Waingapu, BTN — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan memperkuat warisan budaya leluhur. Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Sumba Timur dalam kegiatan Pengukuhan dan Penguatan Badan Pengurus Marapu Kabupaten Sumba Timur yang berlangsung di Kampung Raja Prailiu (Galeri Praikamaru), Sabtu (23/05/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh adat, pemuka Marapu, serta unsur pemerintah daerah tersebut, Bupati Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., menegaskan bahwa Marapu bukan sekadar simbol budaya, tetapi merupakan identitas dan akar kehidupan masyarakat Sumba Timur yang wajib dijaga lintas generasi.
“Budaya dan adat adalah kekuatan kita. Marapu harus tetap berdiri kokoh sebagai penjaga nilai, moral, persatuan, dan jati diri masyarakat Sumba Timur,” tegas Bupati di hadapan peserta kegiatan.
Pengukuhan dan penguatan kepengurusan Marapu ini dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga adat dalam mendukung pembangunan berbasis budaya sesuai visi HUMBA yang berbudaya.
Wawancara Khusus Media Brantas Tipikor News
Dalam wawancara khusus bersama Media Brantas Tipikor News, Bupati Sumba Timur menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan nilai-nilai adat dan budaya lokal tergerus oleh perkembangan zaman.
“Pemerintah hadir untuk melindungi budaya daerah. Jangan sampai generasi muda kehilangan akar budayanya sendiri. Marapu harus menjadi kekuatan pemersatu masyarakat,” ujar Umbu Lili Pekuwali dengan nada tegas.
Ia juga menekankan bahwa penguatan kelembagaan adat harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah agar nilai budaya tetap hidup di tengah modernisasi.
Sementara itu, perwakilan Badan Pengurus Marapu Kabupaten Sumba Timur menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan adat dan kepercayaan lokal di Sumba Timur.
Kegiatan tersebut turut menghasilkan kesepahaman bersama terkait penyusunan program kerja Tahun 2026 yang berfokus pada pelestarian budaya, penguatan kelembagaan adat, serta edukasi nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga adat Marapu semakin solid dalam menjaga warisan leluhur sebagai kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan sosial bagi masyarakat Sumba Timur.
Piter’ Kabiro Sumba Timur






