Scroll Untuk Lanjut Membaca

​LETE KONDA, SBD, BTN — Dampak parah akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 05.55 WIB terus terungkap. Salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan sangat parah adalah bangunan Sekolah Dasar (SD) Katewel di Desa Lete Konda, Kecamatan Loura. 5/10/2026

​Konstruksi gedung SD Katewel tersebut dilaporkan roboh total tidak lama setelah guncangan kuat gempa menghantam kawasan setempat. Bangunan yang menjadi sarana utama pendidikan anak-anak di dusun itu kini hancur dan tidak lagi dapat dipergunakan untuk kegiatan apa pun.

​Berdasarkan pantauan langsung serta laporan wartawan di lokasi, kondisi fisik bangunan sekolah dalam keadaan ambruk sepenuhnya. Atap seng tampak berjatuhan, tembok bangunan runtuh rata dengan tanah, kusen kayu patah terbelah, dan material puing bangunan berserakan memenuhi halaman sekolah.

​Di tengah duka akibat kerusakan infrastruktur tersebut, masih terdapat titik terang. Lantaran gempa terjadi pada pagi hari sebelum jam masuk sekolah, kawasan sekolah masih dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka di kalangan siswa dan guru.

​Rasa syukur sekaligus ketakutan mendalam dirasakan oleh para tenaga pengajar yang menyaksikan puing-puing bangunan tersebut. Keruntuhan yang terjadi begitu cepat membuat para guru membayangkan betapa bahayanya jika bencana tersebut terjadi pada saat jam aktif belajar-mengajar berlangsung.

​Meski terhindar dari tragedi fisik, kekhawatiran baru kini menyelimuti warga Desa Lete Konda. Para orang tua cemas anak-anak mereka terancam meliburkan diri dalam jangka waktu lama, mengingat SD Katewel merupakan satu-satunya sarana pendidikan dasar di wilayah tersebut.

​Guna mengantisipasi terhentinya hak pendidikan anak-anak, pihak sekolah bersama komite dan masyarakat setempat berharap penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PUPR, serta BPBD SBD sangat diharapkan segera terealisasi di lokasi bencana.

​Masyarakat mendesak adanya langkah konkret darurat, mulai dari pembersihan puing bangunan, pendirian tenda darurat belajar agar proses pembelajaran tetap berjalan, hingga penganggaran pembangunan kembali gedung SD Katewel dengan standar konstruksi tahan gempa.

​”Ini adalah sekolah harapan anak-anak Lete Konda. Kami mohon perhatian pemerintah, jangan biarkan anak-anak kami putus sekolah karena gedungnya roboh,” ungkap salah satu tokoh masyarakat dengan nada penuh harap. Hingga berita ini diturunkan, area sekitar bangunan SD Katewel telah dipasangi garis pembatas demi mengamankan lokasi dari potensi bahaya susulan.