​TOBELOMBANG, NUHON, BTN – Fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tobelombang memanas. Temuan lapangan terkait pembangunan bak air bersih senilai Rp59.826.000 memicu polemik setelah terindikasi kuat dikerjakan asal-asalan dan menyimpang jauh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Senin, 12/1/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Dalam tinjauan langsung yang dilakukan oleh anggota BPD, ditemukan fakta mengejutkan di lokasi proyek. Alih-alih membangun struktur beton baru sesuai spesifikasi teknis, pihak pelaksana justru menggunakan metode “tempel”.

​Beton bak air lama yang seharusnya dibongkar atau diganti sesuai standar konstruksi baru, justru dibiarkan tetap berdiri dan hanya dilapisi dengan material baru. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh salah satu pekerja (Bas) di lokasi saat diinterogasi oleh anggota BPD.​

“Kami tanya kepada tukang yang mengerjakan, apakah bak lama dikeluarkan? Jawabannya tegas: tidak,” ungkap salah satu anggota BPD dengan nada kecewa.

​Ironisnya, terdapat jurang perbedaan pernyataan antara pimpinan desa dengan realitas di lapangan. Kepala Desa (Kades) Tobelombang bersikeras bahwa proyek tersebut telah berjalan sesuai gambar dan RAB.

​Namun, hasil investigasi BPD justru menunjuk hidung Tim Pelaksana Anggaran (PA) dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidaksesuaian ini. Modus mempertahankan beton lama namun mencairkan anggaran penuh untuk konstruksi baru dicurigai sebagai upaya manipulasi anggaran yang merugikan keuangan desa.

​Dengan anggaran hampir menyentuh angka 60 juta rupiah, masyarakat seharusnya mendapatkan fasilitas air bersih dengan ketahanan jangka panjang. Praktik menempel beton baru pada struktur lama berisiko tinggi terhadap kebocoran dan daya tahan bangunan (kerapuhan struktural).

​”Ini bukan pembangunan, ini namanya ‘make-up’ proyek. Anggarannya baru, tapi barangnya barang lama yang dipoles. Kami tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat dimainkan seperti ini,” tegas perwakilan BPD

Rilis, Erwin Nayoan

Editor, Pimred