LUWUK UTARA – BTN 14/07/2026-Kondisi peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang di Dusun 1 Biak, Kecamatan Luwuk Utara, kini telah bergeser dari status darurat menjadi wilayah yang lumpuh secara moral. Wilayah yang sejatinya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak-anak, justru bertransformasi layaknya sebuah “pasar bebas” narkoba yang beroperasi tanpa rasa takut.
Jeritan frustrasi sekaligus kritik pedas ini disuarakan langsung oleh Kepala Dusun 1 Biak, Fhadli Sono. Saat ditemui secara khusus di kediamannya baru-baru ini, Fhadli tidak mampu lagi membendung rasa prihatin sekaligus kemarahannya yang mendalam melihat masa depan generasi muda di wilayahnya berada di ambang kehancuran.
Fhadli Sono secara blak-blakan menyoroti kinerja aparat penegak hukum di tingkat bawah, khususnya peran Bhabinkamtibmas, yang dinilainya mandul dan tidak berdaya menghadapi para pelaku. Dalih klasik mengenai “ketiadaan bukti yang kuat” dituding sebagai tameng pembiaran, padahal transaksi barang haram tersebut sudah terjadi secara terang-terangan di lingkungan masyarakat.
“Saya sangat prihatin dengan generasi di Biak, khususnya Dusun 1. Kondisinya sudah kaya pasar narkoba. Penjual obat-obatan terlarang sudah menjamur, apalagi sabu-sabu, tapi aparat seperti tidak bisa berbuat lebih,” ujar Fhadli Sono dengan nada getir menahan geram.
Ia menambahkan bahwa ketidakberdayaan institusi keamanan di tingkat desa telah memicu kekecewaan kolektif warga yang mendalam. Alasan prosedural yang kerap dilontarkan oknum aparat dirasa sangat kontradiktif dengan realitas di lapangan, di mana aktivitas para pengedar sudah menjadi tontonan sehari-hari yang merusak moral remaja setempat.
Menurut Fhadli, aktivitas ilegal ini bukan lagi menjadi isu yang kasak-kusuk dibicarakan di ruang tertutup atau gang gelap. Keberadaan para pemakai dan pengedar sabu-sabu di Dusun 1 Biak sudah berstatus sebagai rahasia umum yang kebal dari jangkauan hukum, seolah ada pembiaran terstruktur yang memanjakan para kriminal tersebut.
Di tengah situasi pelik tersebut, Fhadli sebenarnya mengapresiasi adanya tindakan tegas kepolisian dalam merespons riak-riak kriminalitas lain di wilayahnya. Salah satunya adalah langkah hukum terkait pelaporan seorang warga inisial A ke Polres, yang dinilainya sebagai wujud penegakan hukum yang responsif untuk kasus non-narkotika.
“Saya bersyukur inisial A itu sudah dilaporkan dan diproses di Polres, biar itu bukan kasus sabu-sabu. Tetapi fokus utama kita seharusnya jangan bergeser dari ancaman yang jauh lebih masif dan mematikan moral dusun ini,” tegas Fhadli memperingatkan skala prioritas penegakan hukum.
Bagi sang Kepala Dusun, penindakan terhadap kasus-kasus pidana biasa terasa pincang jika monster bernama narkoba dibiarkan merajalela menggerogoti anak-anak muda. Dampak destruktif dari sabu-sabu dan obat keras jauh lebih berbahaya karena efeknya yang sistemik dan dapat memutus mata rantai generasi penerus bangsa di wilayah Biak.
Saking buntu dan frustrasinya melihat lambannya respons instansi terkait di lapangan, Kepala Dusun 1 Biak ini akhirnya memilih jalan keluar dengan mengetuk pintu pers. Ia secara terbuka meminta bantuan dan menyerukan kepada awak media massa untuk tidak tinggal diam melihat wilayahnya hancur perlahan.
Fhadli sangat berharap, melalui kekuatan pena dan tekanan pemberitaan media yang tajam, pihak Polres Banggai hingga jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah terketuk untuk turun tangan. Harus ada intervensi berskala besar, operasi pembersihan total, dan pencopotan oknum aparat yang terbukti melakukan pembiaran di wilayah hukum Luwuk Utara.
Seruan dari pelosok Dusun 1 Biak ini menjadi sinyal merah bagi kredibilitas institusi kepolisian yang selama ini menggaungkan jargon sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Warga menolak untuk terus hidup berdampingan dengan ketakutan di tengah kepungan bandar narkoba yang bebas berkeliaran menghirup udara segar.
Kini, bola panas berada sepenuhnya di tangan penegak hukum,Apakah mereka akan tetap berlindung di balik formalitas birokrasi dan tuntutan pembuktian teknis yang rumit, atau langsung bergerak cepat menggulung sindikat narkoba demi menyelamatkan sisa-sisa masa depan generasi muda di Dusun 1 Biak?
Satri Bumu.Atink






