Uwedikan, BTN — 03/12/2025 – Kepala Desa Uwedikan, Asir Labani SH, melancarkan seruan tegas yang menyoroti dua isu krusial di desanya. penertiban ternak liar dan kewajiban membayar pajak kendaraan.
Seruan ini disampaikan langsung kepada masyarakat saat momen Pesta Pernikahan di Desa uwedikan pada Rabu malam, 2 Desember 2025, mengubah acara kekeluargaan menjadi mimbar penting edukasi publik.
Kades Asir Labani tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai motor penggerak disiplin desa. Ia secara gamblang menekankan bahwa kesadaran kolektif masyarakat adalah fondasi utama untuk mencapai lingkungan yang bersih, tertib, dan bebas konflik.
Ternak Liar,Sumber Protes dan Gangguan Lingkungan
Dalam nada yang lugas namun mendesak, Kades meminta para pemilik ternak untuk segera meningkatkan tanggung jawab.
”Perlu kita tingkatkan kesadaran kita semua, khususnya pemilik ternak, untuk mengurus ternak kita dengan baik dan tidak membiarkan ternak berkeliaran di jalan,” tegas Kades Asir Labani. “Ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi untuk menghindari protes dari warga lain, mencegah kecelakaan, dan menjaga kebersihan lingkungan kita bersama.”
Pernyataan ini menjadi sorotan tajam, mengingat masalah ternak yang berkeliaran sering kali memicu ketegangan antarwarga dan merusak fasilitas umum.
Peringatan Keras Soal Pajak Kendaraan
Tak hanya soal ternak, Kades Uwedikan juga menyoroti kedisiplinan finansial warga, khususnya mengenai kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).
”Bagi para pemilik kendaraan yang sudah ‘menunggak’ pajak, agar segera membayar biaya PJK.
Mari kita patuhi peraturan dan menjadi warga negara yang baik,” tambahnya.
Penekanan pada penunggakan pajak kendaraan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah desa juga peduli terhadap kepatuhan hukum dan kontribusi warga pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepatuhan pajak adalah cerminan dari tanggung jawab warga terhadap pembangunan daerah.
Warga menilai seruan Kades Asir Labani SH ini sebagai langkah proaktif dan berani dalam upaya menciptakan ketertiban dan kedisiplinan di tingkat desa.
*Pesan ini bukan sekedar imbauan, tetapi penegasan bahwa pembangunan desa harus dimulai dari kesadaran individu.*
Kami berharap masyarakat Uwedikan dapat merespons positif gebrakan Kades mereka. Kami juga mendesak Pemerintah Daerah terkait untuk mendukung inisiatif ini dengan memperkuat sosialisasi dan memastikan pelayanan pembayaran pajak berjalan efisien dan mudah diakses oleh warga desa.






