SUMBA TIMUR – BTN 01/02/2026-Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola dana desa, Kepala Desa Kambu Hepang, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, tampil dengan prinsip kepemimpinan yang tidak biasa. Kepada media BTN, sang Kades menegaskan bahwa dalam menjalankan amanah, ia tidak menaruh rasa takut pada otoritas pemerintah, melainkan pada tiga pilar moral,Tuhan, istri, dan masyarakat.
Bagi Kades Kambu Hepang, prinsip ini bukanlah sekedar seloroh, melainkan komitmen integritas yang ia tanamkan sejak hari pertama menjabat. Ia percaya bahwa rasa takut kepada Tuhan menjaga spiritualitasnya, takut kepada masyarakat menjaga akuntabilitasnya, dan takut kepada istri adalah bentuk transparansi finansial di lingkungan keluarga.
”Apa yang saya peroleh dari hasil kerja keras, saya serahkan sepenuhnya kepada istri dan anak-anak. Bagi saya, kepentingan rakyat harus selalu berada di atas kepentingan pribadi,” tegasnya lugas.
Komitmen ini bukan tanpa bukti. Dalam pemeriksaan administrasi yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi baru-baru ini, Desa Kambu Hepang menunjukkan performa yang solid. Pihak BPKP hanya memberikan catatan administratif ringan kepada bendahara desa terkait batas maksimal penyimpanan uang tunai.
”Pihak BPKP hanya menyarankan agar bendahara tidak menyimpan uang tunai lebih dari Rp5.000.000 di tangan untuk menjaga keamanan dan ketertiban administrasi,” tambahnya.
Selain aspek kejujuran, kunci keberhasilan kepemimpinannya terletak pada kolaborasi. Selama menjabat, ia konsisten mengedepankan koordinasi intensif dan keterlibatan aktif warga dalam setiap tahap pembangunan desa. Baginya, masyarakat bukan sekedar objek pembangunan, melainkan mitra utama dalam memajukan Desa Kambu Hepang.
Dengan gaya kepemimpinan yang membumi namun tegas pada prinsip, Kades Kambu Hepang berharap dapat menjadi contoh bahwa integritas dimulai dari rasa tanggung jawab kepada orang-orang terdekat dan Sang Pencipta.
Laporan: Piter (Media BTN)






