BANGGAI KEPULAUAN –BTN 18/02/2026- Seorang suami bernama Nursalim Sayange tengah dirundung kecemasan. Pasalnya, sang istri, Mutmainnah Ali Lau, dilaporkan menghilang dan tidak diketahui keberadaannya sejak 14 Februari 2026. Hingga berita ini diturunkan, pencarian terus dilakukan namun belum membuahkan hasil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Mutmainnah Ali Lau merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai guru di SMK Negeri 2 Bulagi Utara, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan.

​Berdasarkan keterangan Nursalim, rangkaian peristiwa bermula pada tanggal 13 Februari 2026. Saat itu, Nursalim mendatangi rumah dinas (perumahan sekolah) tempat istrinya bekerja, namun sang istri tidak berada di tempat.

​Kondisi tersebut sempat memicu emosi Nursalim hingga terjadi insiden pembakaran barang di lokasi. Menurut keterangan Busran, rekan sesama guru, Mutmainnah memang sudah tidak terlihat di lingkungan sekolah sejak tanggal 13 Februari karena bertepatan dengan hari libur.

​Nursalim kemudian kembali ke Salakan dan berhasil bertemu dengan istrinya. Namun, pertemuan tersebut berujung pada perselisihan hebat (cekcok). Pasca kejadian itu, diketahui Mutmainnah sempat membuat laporan pengaduan ke Polres Banggai Kepulauan (Bangkep). Sejak saat itulah, keberadaan sang istri tidak lagi diketahui dan nomor ponselnya tidak dapat dihubungi.

​Nursalim mengungkapkan keinginannya untuk segera bertemu dengan sang istri guna menyelesaikan permasalahan rumah tangga mereka secara musyawarah dan kekeluargaan. Meskipun terdapat dugaan adanya pihak ketiga dalam keretakan hubungan mereka, Nursalim tetap berharap istrinya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

​“Saya berharap bisa segera bertemu untuk menyelesaikan status dan permasalahan rumah tangga kami dengan cara yang sebaik-baiknya,” ujar Nursalim.

​Bagi masyarakat yang melihat, mengetahui, atau memiliki informasi terkait keberadaan Mutmainnah Ali Lau, diharapkan kesediaannya untuk segera memberikan informasi kepada pihak keluarga atau pihak berwajib terdekat agar dapat dilakukan mediasi lebih lanjut.

Halil