JAKARTA, BTN – Dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan kembali membuahkan apresiasi tertinggi. Serda Fathur Rahman, prajurit muda asal Bajo Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, menerima penghargaan langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Serda Fathur didampingi langsung oleh Komandan Satuan Yonif Mekanis 202/Tajimalela, Letkol Inf Antonius Ernesto Diliano Putra, S.S.T.Han., S.I.P.
Apresiasi ini diberikan atas ketenangan dan kedisiplinan tingkat tinggi yang ditunjukkan Serda Fathur saat mengamankan aksi demonstrasi pada 12 Juni 2026 lalu. Momen ketika ia tetap berdiri tegak, tenang, dan tidak terpancing emosi meski menghadapi tekanan langsung serta konfrontasi dari massa aksi, sempat terekam dan menjadi sorotan positif publik di media sosial.
Usai pertemuan, Serda Fathur menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh pihak Istana terhadap prajurit di lapangan.
”Alhamdulillah, hari ini saya diperintahkan menghadap Bapak Seskab dengan didampingi Komandan Satuan saya. Alhamdulillah, kami diberikan reward (penghargaan) oleh Bapak Seskab. Selain itu, satuan kami juga diajukan untuk berbagai penugasan, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Serda Fathur dengan penuh rasa bangga.
Ia juga menambahkan bahwa kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan besar, khususnya bagi dirinya yang mengawali karier dari daerah pelosok.
”Alhamdulillah, sebuah kehormatan luar biasa bagi saya, seorang prajurit dari Satuan Yonif Mekanis 202/Tajimalela, bisa diundang oleh beliau ke Istana Jakarta Pusat secara langsung,” tuturnya.
Inspirasi dari Pelosok Daerah
Kisah Serda Fathur Rahman kini menjadi angin segar dan motivasi, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Banggai Kepulauan. Perjalanannya membuktikan bahwa keterbatasan asal daerah bukan penghalang untuk menunjukkan prestasi dan dedikasi terbaik di tingkat nasional.
Sikap humanis namun tegas yang diperlihatkan Serda Fathur di lapangan menjadi contoh nyata implementasi instruksi pimpinan TNI dalam menghadapi dinamika sosial: mengedepankan pengendalian diri dan menolak terpancing provokasi demi menjaga keselamatan bersama, termasuk para demonstran itu sendiri.
Penghargaan ini menjadi pengingat bagi seluruh aparat keamanan di lapangan bahwa setiap tindakan profesional yang didasari ketulusan pengabdian akan selalu mendapat tempat dan penghormatan tertinggi.
”Jangan pernah menyerah pada keadaan, karena pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya menuju penghargaan dan kehormatan,” pungkas Serda Fathur.






