WAINGAPU, BTN – Menjelang momentum wisuda pada 28 Agustus 2026, Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba tidak sekedar menyiapkan seremoni akademik. Kampus tersebut menggelar Pra Toga Fakultas bagi calon wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi, Rabu (26/8/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus itu menjadi penanda berakhirnya satu fase perjuangan akademik sekaligus awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar bagi para lulusan.
Di tengah tuntutan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, gelar sarjana tidak boleh berhenti sebagai simbol akademik. Para lulusan dituntut mampu membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pra Toga dihadiri pimpinan fakultas, para dosen, serta seluruh calon wisudawan. Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai kegiatan yang dirangkai dengan pelepasan tingkat fakultas, arahan, serta pembekalan teknis menjelang prosesi wisuda.
Berantas Tipikor New menilai momentum seperti ini penting untuk melihat kembali fungsi perguruan tinggi, bukan hanya sebagai tempat mencetak orang bergelar, tetapi sebagai ruang membentuk generasi yang memiliki kompetensi, integritas, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi persoalan masyarakat.
Fakultas Sains dan Teknologi memiliki tantangan tersendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut lulusan untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu beradaptasi, menciptakan inovasi, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Karena itu, prosesi wisuda nantinya semestinya tidak dimaknai sebagai garis akhir. Justru setelah toga dikenakan dan ijazah diterima, tanggung jawab sesungguhnya dimulai.
Para lulusan akan kembali berhadapan dengan masyarakat yang membutuhkan tenaga profesional, pemikiran kritis, inovasi, serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Unkriswina Sumba melalui momentum Pra Toga ini memberikan ruang kepada para calon lulusan untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki fase tersebut.
28 Agustus bukan sekedar hari wisuda. Itu adalah hari ketika para calon sarjana dituntut membuktikan nilai pendidikan mereka melalui karya dan pengabdian nyata.
Masyarakat tentu berharap para lulusan Unkriswina Sumba tidak hanya membawa pulang gelar akademik, tetapi juga membawa semangat untuk membangun Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia melalui ilmu, profesionalisme, serta integritas.
Seluruh rangkaian Pra Toga berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan.
BERANTAS TIPIKOR NEW. Mengawal Informasi, Mengungkap Fakta, Mengedepankan Kepentingan Publik.
Piter Kabiro, Sumba Timur






