BANGGAI KEPULAUAN – BTN 24/05/2026-Potret buram dunia pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali menghentak ruang publik. Nasib memprihatinkan menimpa, seorang guru yang mendedikasikan hidup dan pengabdiannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tabing, Kecamatan Peling Tengah. Akibat ketiadaan fasilitas rumah dinas yang layak, dirinya terpaksa menjadikan ruang perpustakaan sekolah yang kondisinya sudah rusak parah sebagai tempat tinggal sementara selama hampir satu tahun terakhir.
Nestapa yang dialami tenaga pendidik ini terekam jelas dalam sebuah dokumentasi video yang beredar luas baru-baru ini. Di dalam rekaman tersebut,seorang guru mengungkapkan secara gamblang bahwa dirinya sudah bertahan selama 10 bulan di dalam ruang perpustakaan tersebut. Ironisnya, bangunan tempat ia bernaung kini dalam kondisi memprihatinkan, beberapa bagian plafon dan atap tampak jebol, rapuh, serta jauh dari kata aman untuk dihuni manusia.
Menurut penjelasannya, SDN Tabing sebelumnya memang memiliki bangunan rumah dinas yang diperuntukkan bagi para guru. Namun, karena kondisi bangunan lama tersebut sudah rusak parah dimakan usia dan dinilai sangat membahayakan, pihak sekolah akhirnya mengambil kebijakan tegas untuk merubuhkannya secara total beberapa waktu lalu.
Langkah pembongkaran tersebut dilakukan atas perintah Kepala Sekolah demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan menimpa anak-anak didik. Pihak sekolah khawatir, struktur bangunan tua yang lapuk itu bisa ambruk sewaktu-waktu dan mencederai para siswa saat mereka sedang bermain di area lingkungan sekolah.
Sebagai alternatif bertahan hidup,Guru tersebut sebenarnya tidak tinggal diam dan sempat berupaya mencari rumah kontrakan atau sewaan milik warga di sekitar desa. Namun, pilihan tersebut tidak menyelesaikan masalah secara jangka panjang karena warga setempat hanya bersedia menyewakan properti mereka dengan batas waktu paling lama satu tahun saja.
Kondisi yang menyayat hati ini sontak menuai perhatian serius sekaligus kecaman keras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari aktivis kemasyarakatan, Jufri Hermawan, yang mendesak pimpinan daerah agar segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap persoalan kemanusiaan yang menimpa pahlawan tanpa tanda jasa ini.
”Ini sangat memprihatinkan dan menyentuh hati. Seorang guru yang mengabdikan dirinya demi mencerdaskan anak-anak bangsa justru harus bertahan hidup di perpustakaan rusak selama berbulan-bulan. Pemerintah daerah harus segera hadir dan mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan nasib guru kita,” tegas Jufri Hermawan saat dimintai tanggapannya.
Lebih lanjut, Jufri meminta agar Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui dinas terkait lebih peka terhadap kebutuhan dasar tenaga pendidik, terutama mereka yang bertugas di wilayah kepulauan dan pelosok desa yang masih minim fasilitas pendukung. Ia menilai, kenyamanan guru merupakan pilar utama dalam melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.
Ia juga menyoroti kebijakan alokasi anggaran daerah yang dinilai rabun dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Di tengah keterbatasan fasilitas dasar seperti rumah dinas, pemerintah daerah dituding kerap menggelontorkan anggaran untuk program-program yang sifatnya sekunder dan kosmetik belaka.
”Daripada memprioritaskan anggaran untuk program seperti taman belajar, alangkah baiknya jika anggaran tersebut dialihkan dan difokuskan terlebih dahulu untuk pembangunan atau rehabilitasi rumah dinas guru yang baru. Fasilitas tempat tinggal yang layak bagi tenaga pendidik sangat krusial demi menunjang kelancaran proses belajar mengajar di wilayah ini,” pungkas Jufri tajam.
Mendapat sorotan tajam dan desakan publik yang kian meluas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai persoalan darurat di SDN Tabing tersebut. Pihaknya menyatakan apresiasi atas fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh masyarakat dan pers.
”Kami berterima kasih atas informasi ini. Terkait kondisi guru di SDN Tabing, kami akan segera menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek situasi riil di sana. Persoalan ini menjadi perhatian serius kami, dan kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta bagian perencanaan untuk mengupayakan solusi tercepat bagi tempat tinggal yang layak,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Bangkep secara diplomatis.
Kendati janji penanganan telah dilontarkan oleh pihak dinas, publik dan kalangan jurnalis dipastikan akan terus mengawal realisasi konkret di lapangan. Kasus yang menimpa guru ini menjadi tamparan keras sekaligus ujian nyata bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menjamin kesejahteraan dan keselamatan para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan di daerah terpencil.
Jein






