Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tambolaka, BTN – KaPolres Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Belum lama ini, Satuan Reserse Kriminal Polres SBD resmi dinobatkan sebagai peringkat 1 se-Indonesia dalam pengelolaan Aplikasi Elektronik Manajemen Penyidikan Bareskrim Polri. 14/06/2026

Capaian tersebut meliputi aspek keaktifan, akurasi, dan kepatuhan input data E-MP untuk periode penilaian satu bulan terakhir. Polres SBD berhasil mengungguli 514 Polres kewilayahan lain, termasuk Polres-Polres di kota besar dengan infrastruktur teknologi yang lebih mapan.

*E-MP: Benteng Transparansi Penyidikan*
Aplikasi E-MP merupakan sistem kendali mutu penyidikan yang dipantau real-time oleh Bareskrim Mabes Polri. Setiap tahapan perkara, mulai dari Laporan Polisi, SPDP, Surat Perintah Penyidikan, hingga P-21, wajib diinput ke sistem. Tujuannya mencegah penumpukan perkara dan praktik transaksional di tingkat penyidik.

Data internal Bareskrim menunjukkan Satreskrim Polres SBD memiliki persentase validasi data tertinggi secara nasional. Capaian ini mematahkan anggapan bahwa keterbatasan jaringan internet di Indonesia Timur menjadi penghalang modernisasi Polri.

*Rahasia Dapur Digital: Disiplin 24 Jam dan Punishment-Reward*

Wakapolres SBD, Kompol Marthin Ardjon, S.H., mengungkapkan kunci suksesnya ada pada reformasi kultural dan sistem pengawasan melekat.

“Kendala jaringan di Sumba itu nyata. Tapi sesuai arahan Kapolres AKBP Harianto Rante Salu, S.I.K., MSi, kami tidak boleh jadikan hambatan sebagai alasan,” ujarnya, Juni 2026.

Satreskrim Polres SBD menerapkan piket operator berlapis 24 jam. Begitu penyidik selesai tindakan hukum di lapangan, operator langsung menginput ke E-MP. Targetnya, semua berkas lolos verifikasi digital maksimal 2 jam setelah tindakan.

“Jika telat input tanpa alasan force majeure, tim asistensi Polres langsung audit internal. Ada punishment and reward yang tegas. Ini yang memangkas ego sektoral,” tambah Kompol Marthin.

Ia menegaskan, E-MP menjadi benteng Polres SBD menutup celah transaksional. “Peringkat 1 ini bukti setiap laporan masyarakat kami kelola akuntabel, tanpa ruang intervensi.”

*Kasatreskrim: Ini Kerja Tim, Bukan Perorangan*

Kasatreskrim Polres SBD, Iptu Yakobus K. Sanam,SH menyebut prestasi ini milik seluruh personel. “Ini buah kerja keras penyidik, penyidik pembantu, dan operator. Tanpa solidaritas dan loyalitas, mustahil SBD nomor satu se-Indonesia,” ucapnya.

Iptu Yakobus menekankan agar jajaran tidak terlena. “Mempertahankan lebih sulit daripada merebut. Pelayanan penegakan hukum harus makin responsif, bersih, dan profesional.”

*Pengamat: SBD Jadi Role Model Nasional*

Pengamat Kepolisian Nasional, menilai capaian Polres SBD harus jadi contoh. “Wilayah dengan tantangan geografis dan internet terbatas saja bisa ranking 1. Maka tidak ada alasan Polres di Jawa malas isi E-MP. Kuncinya kemauan dan pengawasan,” katanya.

Dengan E-MP aktif, masyarakat bisa memantau perkara secara objektif. Sistem digital memangkas ruang bagi oknum yang ingin memperlambat atau “memainkan” kasus.

Tantangan Polres SBD ke depan adalah menjaga konsistensi agar transparansi digital ini berkelanjutan dan meningkatkan kepercayaan publik.

****Berantas TipikorNews http://Co.id ****