Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berantastipikornews.co.id
Menurut penjelasan dari warga setempat atas nama UNAN umur 42 tahun saksi mata pada saat itu,jelas nya saya baru tiba dari Laut mencari ikan tidak lama setelah saya istirahat di rumah saya mendengar suara pricik pricik kan api’ saat juga saya keluar dari rumah melihat dan ternyata api’ itu sudah membesar di ruangan Bali desa, saya langsung teriak dan tetangga mendengar langsung bangun membantu untuk memadamkan api dengan alat seadanya sehingga api tersebut bisa dapat di padamkan, dan kejadian nya itu pukul 1 malam. (Kamis 3 April 2025).

Lanjut konfirmasi awak media Berantastipikornews.co.id-temui pihak kades terkait dengan kebakaran yang ada jelas kades lontos mengatakan kebakaran tersebut kemungkinan besar di akibatkan konslet listrik, itu baru dugaan sementara karena colokan Wi-Fi tidak pernah di cabut dan itu sudah saya sampaikan harus di perbaiki karna kabel nya.dan ada pun fasilitas desa yg ikut terbakar ya pada kejadian itu termasuk.

Alat Wi-Fi
Dan alat printer satu buah
Dan dua buah meja kerja
Dan kursi plastik lima puluh buah
Dan satu buah lemari
Dan alat timbangan lansia
Estimasi kerugian sekitar Rp 300 juta jelasnya.

Waktu kami melakukan konfirmasi ke pihak Kecamatan melalui whatsApp belum ada laporan resmi terkait dengan kebakaran tersebut, karna itu merupakan tindak lanjut dari Kades yang balum sempat membuat laporan resmi ke Pemerintah Kecamatan. Dan juga sampai hari ini belum ada penjelasan dari pihak kepolisian, apa yang menjadi penyebab kebakaran tersebut karena tidak dilakukan Ola TKP.

AIPTU Kamal selaku babinkamtibmas di wilayah tersebut melihat kejadian tersebut secara langsung dan turut membantu warga untuk memadamkan api’ dan kejelasannya balum bisa kita simpulkan apa yang menjadi penyebab dari kebakaran tersebut.