BANGGAI KEPULAUAN, BTN – 28 Juli 2026 – Komitmen menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat. Ketua Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI, Andreas Pole, didampingi Sekretaris Jenderal Rano Lamahung, melakukan peninjauan langsung ke Dapur Sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional yang berlokasi di Desa Apal, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Selasa (28/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur sehat guna memastikan seluruh proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, sanitasi, hingga distribusi kepada para penerima manfaat.
Dalam peninjauan itu, Andreas Pole menegaskan bahwa kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan pangan, dan ketepatan pemenuhan gizi merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, setiap makanan yang diproduksi harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh operasional Dapur Sehat SPPG berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar, pengawasan dan evaluasi berkala menjadi langkah penting agar kualitas gizi, sanitasi, serta proses kerja tetap terjaga secara konsisten,” ujar Andreas Pole.
Dapur Sehat SPPG di Desa Apal menjadi salah satu unit strategis dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Banggai Kepulauan. Dari fasilitas tersebut, ribuan paket makanan bergizi disiapkan setiap hari untuk didistribusikan kepada para penerima manfaat sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Selain melakukan inspeksi terhadap fasilitas dapur, tim juga memeriksa sistem penyimpanan bahan pangan, kebersihan ruang pengolahan, rantai pasok bahan baku, hingga ketepatan porsi makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok penerima manfaat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pihak penyedia bahan pangan, Yola Tular, sebagai mitra penyedia kebutuhan pangan. Kehadiran vendor dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi serta memastikan seluruh bahan baku yang digunakan memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan kualitas yang telah dipersyaratkan.
Dalam sesi evaluasi, tim juga memaparkan hasil pemutakhiran data penerima manfaat. Berdasarkan data sementara, jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang dilayani oleh SPPG Desa Apal mencapai 2.974 orang. Data tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui melalui proses verifikasi serta sinkronisasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar penyaluran program tetap tepat sasaran.
Sekretaris Jenderal Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI, Rano Lamahung, menegaskan bahwa pengawasan rutin merupakan bentuk tanggung jawab yayasan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program nasional tersebut.
“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan, keamanan pangan, serta konsistensi pelaksanaan di setiap satuan pelayanan. Karena itu, evaluasi akan terus dilakukan secara berkala,” tegas Rano Lamahung.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Apal, Hery Santoso, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan seluruh tahapan pelayanan sesuai dengan pedoman dan standar operasional yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Menurutnya, kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam setiap proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga makanan siap didistribusikan.
“Kami memastikan seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Pengawasan dilakukan setiap hari agar makanan yang disajikan aman dikonsumsi, bergizi seimbang, dan sampai kepada para penerima manfaat dalam kondisi yang baik,” ujar Hery.
Hery menambahkan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas dapur, tetapi juga oleh sinergi yang kuat antara pengelola SPPG, tenaga dapur, penyedia bahan pangan, pemerintah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran program.
Menurutnya, kunjungan dan evaluasi yang dilakukan oleh Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Peninjauan langsung dari Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Setiap masukan yang diberikan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada 2.974 penerima manfaat dapat terus berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional,” tutup Hery.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan rapat koordinasi bersama seluruh pengelola dapur untuk memperkuat komitmen menjaga standar pelayanan. Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI menegaskan akan terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan secara berkelanjutan guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Banggai Kepulauan berlangsung optimal, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi dan membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
JEIN BTN






