MAKASSAR, INDONESIA –BTN 27/12/2025- Di tengah pelaksanaan misi kemanusiaan internasional di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, sebuah momen unik menarik perhatian tim medis dari Arab Saudi. Pina N. Tipuon asal Desa Tomboniki, seorang pasien asal Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, terpilih menjadi sosok utama dalam liputan media resmi KSRelief (King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre).
Pina terpilih dari sekian banyak pasien bukan hanya karena kondisi medisnya, melainkan karena keberanian dan inisiatifnya dalam berkomunikasi. Di tengah kendala bahasa yang biasanya menjadi hambatan, alumni Universitas Tadulako ini memberanikan diri berinteraksi langsung dengan para dokter spesialis asal Arab Saudi menggunakan bahasa Inggris.
“Niat saya sederhana, saya ingin memudahkan komunikasi agar tidak terlalu merepotkan pihak penerjemah. Ternyata, tindakan kecil itu mendapat apresiasi luar biasa dari para dokter dan perawat di sana,” ujar Pina saat ditemui pasca-operasi.
Keakraban yang terjalin membuat tim media dari Kerajaan Arab Saudi memilih Pina untuk diwawancarai secara mendalam. Dalam sesi wawancara tersebut, Pina berbagi pandangannya mengenai kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Arab Saudi, serta kesan mendalamnya terhadap dedikasi para dokter asing yang bertugas. Hebatnya, seluruh proses syuting dilakukan hanya dalam satu kali pengambilan gambar (one take).
Ketulusan komunikasi Pina terbukti saat salah satu dokter bedah Arab Saudi mengunjunginya secara personal tanpa didampingi penerjemah. Keduanya mampu berkomunikasi dengan baik, menunjukkan bahwa empati dan semangat kesembuhan mampu melampaui batasan bahasa.
“Pihak rumah sakit dan tim media mengatakan bahwa saya terlihat sangat akrab dengan para dokter. Ini adalah pengalaman yang tidak terlupakan, apalagi di tengah kondisi pemulihan pasca-operasi,” tambah Pina.
Meskipun sempat berjuang dengan kondisi fisik yang kurang fit saat sesi wawancara, semangat Pina untuk memberikan citra positif tentang pasien Indonesia tetap membara. Ia berharap pengalamannya ini dapat memotivasi masyarakat, khususnya di daerah asalnya, Banggai Kepulauan, untuk tidak ragu mengakses layanan kesehatan berkualitas di RS Wahidin.
Pina dijadwalkan akan menyelesaikan masa perawatan pada hari Senin mendatang. Baginya, operasi ini bukan sekedar upaya kesembuhan fisik, tetapi juga sebuah perjalanan diplomasi kemanusiaan yang mempererat hubungan baik antara rakyat Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.
King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief) adalah lembaga bantuan kemanusiaan dari Kerajaan Arab Saudi yang beroperasi di seluruh dunia untuk memberikan bantuan medis, pangan, dan pendidikan di berbagai negara, termasuk kemitraan strategis dengan rumah sakit rujukan di Indonesia.
Redaksi,






