Langata, SBD, BTN – Peran aktif orang tua dan pengawasan lingkungan sosial dinilai menjadi kunci krusial dalam menjaga kesinambungan karakter anak pasca-lulus dari bangku Pendidikan Anak Usia Dini. Hal tersebut ditegaskan oleh perwakilan Komite Sekolah Dasar (SD) dan PAUD Desa Karuni, Antonius Bili Dona, saat memberikan arahan dalam acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelompok Bermain (KB) Alfa dan Omega, pada Jumat (26/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Dusun 4 Langata, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ini, mengusung tema yang cukup visioner, yakni “Belajar Hari Ini, Besok Jadi Bintang”. Momentum pelepasan ini diikuti secara khidmat oleh puluhan siswa-siswi serta dihadiri jajaran guru, orang tua/wali murid, hingga pemuka masyarakat setempat.
Dalam sambutannya di hadapan para undangan, Antonius Bili Dona menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Kepala PAUD beserta seluruh jajaran tenaga pendidik KB Alfa dan Omega. Menurutnya, kesabaran dan kasih sayang para guru merupakan motor penggerak utama perubahan positif pada diri anak didik.
“Kami selaku perwakilan orang tua melihat langsung adanya transformasi dan perubahan besar pada anak-anak kami. Dari yang awalnya belum bisa apa-apa, sekarang mereka sudah lancar menyanyi, mulai mahir berhitung, dan memiliki keberanian untuk bersosialisasi. Ini adalah hasil nyata dari kerja keras dan ketulusan Bunda-Bunda Guru semua,” ungkap Antonius dengan penuh haru.
Namun demikian, Antonius mengingatkan seluruh orang tua wali murid bahwa prosesi kelulusan dari tingkat PAUD bukanlah akhir dari fase pencarian ilmu. Sebaliknya, momen ini justru menjadi gerbang awal bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan akademis yang lebih nyata di masa depan.
“PAUD ini pada hakikatnya adalah fondasi awal. Setelah lulus dari sini, anak-anak kita akan segera memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD). Perlu diingat, jika di lingkungan rumah proses belajar ini tidak dilanjutkan secara konsisten oleh orang tua, maka fondasi karakter yang sudah dibangun di sekolah bisa runtuh,” tegasnya mengingatkan.
Secara khusus, pihak komite mengimbau agar tokoh masyarakat, tokoh adat, serta orang tua murid dapat terus bersinergi dan membangun kolaborasi yang kuat dalam menjaga sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak.
Salah satu tantangan berat yang disoroti oleh Antonius adalah ancaman kecanduan teknologi digital di usia dini. Ia mengajak para orang tua untuk mulai membatasi interaksi anak dengan gawai demi menjaga fokus tumbuh kembang mereka.
“Imbauan keras saya kepada para orang tua, mari kita secara bijak mengontrol dan mengurangi durasi anak bermain gawai (HP) seharian. Gantikan waktu luang mereka dengan aktivitas yang jauh lebih produktif, seperti membaca buku bersama, bercerita, maupun permainan edukatif lainnya. Bapak dan Ibu tokoh adat serta tokoh masyarakat juga harus ikut membantu mengawasi, karena sejatinya mendidik anak itu adalah tanggung jawab kolektif satu kampung,” tuturnya lugas.
Di akhir arahannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi dan daya juang pengelola KB Alfa dan Omega yang tetap konsisten bertahan melayani kebutuhan pendidikan di Dusun 4 Langata. Keberadaan lembaga pendidikan di tingkat akar rumput ini wajib didukung penuh oleh seluruh elemen warga agar generasi muda Desa Karuni memiliki daya saing yang kuat dan tidak tertinggal dari wilayah lain. Setelah seluruh rangkaian sambutan selesai, acara ditutup dengan penyerahan bingkisan apresiasi dan sesi foto bersama.
Kabiro SBD: EMAN LEDU






