Scroll Untuk Lanjut Membaca

BANGGAI KEPULAUAN, BTN – Komitmen TNI Angkatan Darat melalui Koramil 1308-11/Liang dalam memperkuat pembinaan teritorial kembali ditunjukkan melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang menghasilkan pembentukan Forum Nelayan Tradisional (FNT) Kecamatan Liang di Balai Desa Binuntuli, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri Danramil 1308-11/Liang Kapten Inf. Irba P. N., Amd.Kep., bersama Camat Liang Irfan Majang, S.H., Kapolsek Liang Ipda Keroi D. Ludeng, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan nelayan tradisional tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah, dan masyarakat pesisir dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong kesejahteraan nelayan.

Melalui pendekatan komunikasi sosial, Koramil 1308-11/Liang memfasilitasi ruang dialog antara para nelayan dengan unsur pemerintah sehingga berbagai persoalan yang berkembang di wilayah pesisir dapat disampaikan secara terbuka, konstruktif, dan mengedepankan penyelesaian melalui jalur musyawarah.

Salah satu isu yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah meningkatnya keresahan nelayan tradisional terhadap aktivitas kapal pajeko dari luar daerah yang dinilai semakin sering memasuki wilayah tangkap di sekitar Kecamatan Liang. Kondisi tersebut, menurut para nelayan, berdampak pada menurunnya hasil tangkapan dan berpotensi memicu gesekan sosial apabila tidak ditangani melalui koordinasi lintas sektor.

Ketua Forum Nelayan Tradisional, Labua, yang merupakan purnawirawan TNI AD dan pernah berdinas di Koramil 1308-11/Liang, mengatakan forum yang dibentuk bukan untuk menciptakan konflik, melainkan menjadi wadah komunikasi resmi bagi nelayan tradisional dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

“Kami berharap setiap persoalan di laut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, sesuai aturan yang berlaku. Forum ini hadir untuk memperjuangkan kepentingan nelayan tradisional sekaligus menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Danramil 1308-11/Liang Kapten Inf. Irba P. N., Amd.Kep., menegaskan bahwa kehadiran aparat teritorial merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah melalui komunikasi sosial, termasuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembentukan Forum Nelayan Tradisional merupakan langkah positif karena dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat pesisir dengan pemerintah serta instansi terkait dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara dialogis.

Sementara itu, Camat Liang Irfan Majang, S.H., mengapresiasi sinergi yang dibangun Koramil 1308-11/Liang bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong lahirnya Forum Nelayan Tradisional. Ia berharap forum tersebut segera memiliki legalitas organisasi sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Selain sebagai wadah aspirasi, FNT juga diharapkan berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut serta mendorong seluruh aktivitas penangkapan ikan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan.

Kehadiran Koramil 1308-11/Liang dalam kegiatan ini kembali menegaskan peran satuan komando kewilayahan sebagai garda terdepan pembinaan teritorial. Melalui komunikasi sosial yang berkesinambungan, Koramil tidak hanya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga turut membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas wilayah, mencegah potensi konflik sosial, serta menciptakan ruang dialog dalam setiap penyelesaian persoalan masyarakat pesisir.

JEIN BTN