Scroll Untuk Lanjut Membaca

BANGGAI LAUT, BTN — Proyek ambisius pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Banggai Laut yang bernilai Rp 13.390.498.000 kini menjadi sorotan tajam. 19/09/2025

Proyek strategis ini, yang seharusnya meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat, justru mangkrak dan disinyalir kuat telah disusupi oleh praktik gratifikasi.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam dan memicu desakan publik agar pihak berwenang segera bertindak tegas.

Proyek Mangkrak di Tengah Kebutuhan Mendesak
Proyek pembangunan Labkesda ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan tahun anggaran 2024.

Berdasarkan papan proyek di lokasi, pekerjaan ini berada di bawah Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan pelaksana CV. Mutiara Citra Abadi. Dengan durasi pekerjaan 150 hari kalender, seharusnya gedung ini sudah menunjukkan progres signifikan sejak kontrak ditandatangani pada 26 Juli 2024.

Namun, alih-alih berlanjut, pekerjaan justru terhenti. Kondisi ini sangat ironis mengingat Labkesda sangat dibutuhkan untuk menunjang layanan kesehatan, seperti pemeriksaan sampel penyakit dan pemantauan kesehatan lingkungan.

Dugaan Gratifikasi Mencuat
Di tengah kemandekan proyek, informasi mengejutkan muncul ke publik. Terdapat dugaan kuat adanya aliran dana sebesar Rp 700 juta sebagai bentuk gratifikasi yang diterima oleh oknum dari pihak rekanan.

Dugaan ini bukan sekadar rumor. Pengakuan ini diperkuat oleh seseorang didinas Kesehatan di Balut,terkonfirmasi kepala dinas terkait Rumor dugaan gratifikasi,Kepala Dinas Kesehatan Banggai laut.menepis rumor itu.

“Mohon maaf soal Aliran2 Dana sy tidak tahu….. Tulis Kepala Dinas Kesehatan disaat dikonfirmasi oleh Media Berantastipikornews.co.id melalui Chat whatsapnya

Dugaan Keterlibatan oknum dalam menerima uang pelicin ini. diduga menjadi penyebab utama terhambatnya proyek, karena terjadi penyelewengan dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan.

Tuntutan dan Harapan Masyarakat
Melihat kondisi proyek yang tidak jelas, kemarahan publik pun tak terhindarkan. Masyarakat di Banggai Laut mendesak dua hal utama.

Pertama, mereka menuntut agar pembangunan gedung Labkesda segera dilanjutkan. Fasilitas ini dianggap vital untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Mangkraknya proyek ini bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga kerugian sosial yang berdampak langsung pada pelayanan kesehatan.

Kedua, masyarakat meminta aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Tuntutan untuk mengusut tuntas kasus dugaan gratifikasi ini menjadi prioritas.

Publik berharap ada tindakan tegas dan transparan agar semua pihak yang terlibat, termasuk oknum yang menerima dana, dapat dimintai pertanggungjawaban.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk membersihkan praktik-praktik korupsi dan memastikan bahwa setiap dana publik digunakan secara jujur dan efektif.

Hingga rilis ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai mangkraknya proyek maupun dugaan gratifikasi. Media akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan mengupayakan konfirmasi dari pihak-pihak yang berwenang demi terwujudnya keadilan dan transparansi.

Sampai berita ini turun media ini masih mencari informasi terkait keberadaan Kontraktor tersebut,

Redaksi