PANGKALPINANG – BTN 27/02/2027-Integritas Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung kini berada di titik nadir. Kaukus Muda Anti Korupsi. Bangka Belitung secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap kinerja aparat penegak hukum yang dinilai “tutup mata” terhadap penambangan ilegal di hutan lindung serta skandal penyelundupan timah ke Malaysia yang kian vulgar.
Ketua DPD Kamaksi Babel, Ahmad Ridwan, dalam pernyataan resminya pada Jumat (27/2/2026), mendesak Kapolda Bangka Belitung untuk segera mengambil tindakan luar biasa atas dugaan pembiaran yang dilakukan oleh bawahan di tingkat Polres dan Polsek.
Sorotan tajam diarahkan kepada Kapolres Bangka Selatan. Ridwan membeberkan fakta mencengangkan mengenai aktivitas penyelundupan timah menggunakan speedboat ekspres menuju Malaysia yang terjadi tepat di depan mata aparat.
”Sangat tidak masuk akal. Jarak lokasi penyelundupan dengan kantor Kapolres itu hanya sekitar 1,8 kilometer. Jika aktivitas sebesar itu tidak terdeteksi, muncul pertanyaan besar,Apakah Kapolres sedang tidur, atau memang ada dugaan ‘main mata’ di sana? Kami mendesak Kapolda memanggil dan memeriksa Kapolres Basel,” tegas Ridwan dengan nada tinggi.
Tak hanya di Bangka Selatan, borok penegakan hukum juga terendus di wilayah hukum Polsek Lubuk, Bangka Tengah. Penambangan ilegal di kawasan Hutan Lindung dilaporkan terus beroperasi tanpa sentuhan hukum, meski dampaknya telah menghancurkan ekosistem secara permanen.
”Kapolsek Lubuk harus bertanggung jawab. Jangan sampai publik berasumsi ada aliran gratifikasi yang membungkam penegakan hukum di sana. Jika tidak mampu menindak tambang ilegal, lebih baik dicopot!” tambah Ridwan
publik menilai, pembiaran ini tidak hanya merusak citra Polri, tetapi juga mengkhianati amanat UU Minerba dan merugikan negara dalam skala masif.salah satu Aktivis anti korupsi menegaskan bahwa kasus ini sudah menjadi konsumsi publik yang viral, sehingga langkah “diam seribu bahasa” dari pimpinan Polda Babel hanya akan memperkeruh mosi tidak percaya masyarakat.
”Kami tidak akan berhenti.Aktivis Babel akan terus memantau dan menekan hingga ada tindakan nyata. Kami menuntut keadilan, bukan sekadar retorika kamtibmas sementara alam kita dijarah dan hasil bumi kita diselundupkan secara ilegal,” pungkasnya.
Tim redaksi





