SUMBA TIMUR –BTN 25/01/2026 Janji manis kesejahteraan yang kerap didengungkan Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Timur nampaknya hanya menjadi isapan jempol bagi warga Dusun Bhenda, Desa Kaliuda. Di tengah modernisasi sektor kelautan, para nelayan di wilayah Kecamatan Pahunga Lodu ini masih dipaksa bertarung nyawa dengan sampan tradisional, sementara usulan bantuan alat tangkap modern terus-menerus menguap di meja birokrasi.
Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh Martinus Elo, salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat nelayan Bhenda bukan barang baru. Usulan pengadaan perahu motor dan pukat telah berkali-kali diajukan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hasilnya selalu nihil.
“Kami sudah usul berkali-kali, tapi hasilnya nol besar. Hanya janji-janji saja. Kami merasa dianaktirikan oleh pemerintah sendiri,” cetus Martinus dengan nada getir kepada media BTN.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar. Apakah Musrenbang di Sumba Timur hanya sekedar formalitas untuk menggugurkan kewajiban administratif, tanpa benar-benar menyentuh akar persoalan rakyat kecil?
Ketimpangan nampak nyata saat nelayan Bhenda harus puas dengan hasil tangkapan yang sangat terbatas akibat keterbatasan alat penunjang. Mengandalkan sampan sederhana di tengah ganasnya laut Sumba,bukan hanya soal rendahnya pendapatan, tapi juga soal keselamatan nyawa.
Ketidakhadiran Pemda dan Dinas Perikanan Sumba Timur dalam menjawab kebutuhan nyata di lapangan dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap nasib rakyat pesisir. Warga menilai pemerintah lebih sibuk dengan seremoni daripada melakukan eksekusi bantuan yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Masyarakat kini menantang keberanian Bupati dan Kepala Dinas Perikanan Sumba Timur untuk turun langsung ke lokasi, bukan sekedar melihat data di balik meja.
”Kami tidak butuh janji baru. Kami butuh bantuan nyata berupa perahu motor dan pukat agar kami bisa hidup layak. Jangan biarkan kami terus-menerus menjadi penonton di laut kami sendiri,” tegas Martinus.
Dusun Bhenda kini menjadi potret buram tata kelola bantuan pemerintah yang diduga tebang pilih. Jika aspirasi ini tetap dibiarkan layu, maka wajar jika publik bertanya-tanya,Ke mana larinya anggaran sektor perikanan Sumba Timur selama ini?tutupnya dengan nada sinis
Penulis: Piter BTN
Editor: [Nama Editor/Redaksi]






