Oleh: Berantastipikornews
Bangkep BTN 31/01/2026-Kabar angin mengenai penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi Dana Negara Serta Dana Desa di Banggai Kepulauan (Bangkep) kini bukan lagi sekedar isu di warung kopi. Genderang perang melawan penyelewengan uang rakyat tampaknya mulai ditabuh lebih kencang. Namun, pertanyaannya. apakah ini akhir dari cerita, atau justru baru babak pembuka?
Munculnya nama-nama baru dalam daftar bidikan Aparat Penegak Hukum (APH) memang patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa mekanisme pengawasan tidak sedang tidur. Namun, publik jangan sampai terlena. Jika kita hanya berhenti pada tersangka tingkat “pelaksana”, maka kita hanya memotong dahan tanpa mencabut akar.
Korupsi Dana Negara seringkali bukan merupakan aksi tunggal. Ia adalah ekosistem. Ada pola sistemik yang melibatkan birokrasi, tekanan dari atas, hingga lemahnya transparansi yang dipelihara. Penetapan tersangka dalam waktu dekat ini harus dipandang sebagai “pintu masuk” untuk membongkar jaringan yang lebih luas,sebuah gurita yang mungkin saja lengannya menjalar lebih jauh dari yang kita duga.
Saat ini, bola panas ada di tangan APH. Publik Bangkep tidak hanya butuh daftar nama. publik butuh ketegasan. Kita menunggu apakah proses hukum ini akan menyentuh para “intelektual” di balik layar atau hanya menyasar mereka yang terjepit keadaan di lapangan.
nama tersangka baru nanti, seharusnya menjadi pesan peringatan keras bagi para oknum lainnya,bahwa Dana yang diberikan oleh negara adalah hak rakyat, bukan santapan pejabat
Kita mendukung penuh langkah APH untuk segera mengumumkan siapa saja yang bertanggung jawab atas kerugian negara di Bangkep. Namun ingat, jika tersangka baru ini hanya dianggap sebagai target antara, maka publik berhak menuntut “kejutan besar” yang sesungguhnya. Yakni, bersihnya bumi Bangkep dari praktik lancung yang memiskinkan desa.
Kita tunggu suara resmi APH. Jangan biarkan keadilan hanya menjadi bumbu penyedap, ia harus menjadi hidangan utama yang mengenyangkan rasa dahaga masyarakat akan kebenaran selama ini,
Redaksi Berantastipikornews.co.id






