​Makassar, BTN – Ikatan Keluarga Mahasiswa Banggai Kepulauan Makassar (IKMBM) kembali menjadi tumpuan utama bagi warga Bangkep yang menjalani pengobatan di Makassar dengan keterbatasan ekonomi. 21/10/2025

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam sebuah sorotan tajam, para mahasiswa ini mengungkapkan keprihatinan mendalam atas minimnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), khususnya terkait penyediaan asrama yang layak yang juga berfungsi sebagai rumah singgah bagi pasien.

​Potret perjuangan para mahasiswa ini terlihat jelas dalam serangkaian foto yang diabadikan.

Beberapa foto menunjukkan anggota IKMBM melakukan penggalangan dana di persimpangan jalan bahkan di tengah guyuran hujan, membawa spanduk bertuliskan “IKMBM Peduli Penggalangan Dana” untuk pasien seperti Betran, penderita tumor kaki yang dirawat di RS Wahidin Makassar.

Aksi ini terpaksa dilakukan karena kondisi ekonomi pasien yang kian menipis.
​Seorang tokoh yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini, Paulipu mengungkapkan kekecewaannya.

“Sering kita itu kalau ada pasien yang kita lihat ekonominya sudah menipis, kita turun ke jalan penggalangan dana,” ujarnya.

​Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kontribusi IKMBM kepada Pemda sudah berjalan tidak langsung tetapi melalui peran mereka dalam pendidikan kesehatan dan sosial di perantauan.

Namun, permintaan mendasar untuk jangka panjang, yaitu Asrama Mahasiswa, seakan dipandang sebelah mata oleh Pemda.

​”Adik-adik harusnya pulang libur semester senang-senang ketemu keluarga, tapi tak jarang mereka saya arahkan turun ke jalan di kota Salakan (Bangkep) penggalangan dana buat warga yang pengobatan di Makassar sudah terbatas ekonomi,” tambah Paulipu.

​ *Asrama Sekaligus Rumah Singgah Pasien*

​Sekretariat IKMBM saat ini secara darurat telah menjadi rumah singgah bagi pasien rujukan dari Bangkep dan Kapasitas fasilitas yang sangat terbatas membuat kondisi pasien dan pendampingnya jauh dari kata nyaman.

Dalam foto terlihat pasien Betran mendapatkan perawatan dan pendampingan di sekretariat darurat dan di rumah sakit.

​Paulipu menekankan bahwa kasus pasien sakit yang dibantu IKMBM sangat banyak, menunjukkan kontribusi nyata lembaga ini kepada masyarakat Bangkep yang sedang kesulitan.”Itu cuma beberapa saja foto orang-orang sakit, masih banyak lagi selama lembaga ini ada di Makassar.

Jadi kita sebetulnya sudah berkontribusi ke Pemda, hanya saja itu tadi, Pemda tidak coba buka hati,” tegasnya.

​Sorotan Tajam untuk Pemda Bangkep.
​Pernyataan ini harus menjadi sorotan tajam bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial menunjukkan kegiatan organisasi yang seharusnya menjadi fokus belajar mereka di perantauan, kini beralih fungsi menjadi tim relawan penggalang dana dan penyedia fasilitas darurat bagi warganya yang sakit.

​Kebutuhan akan Asrama Mahasiswa yang layak bukan hanya kepentingan jangka panjang untuk pendidikan dan pembinaan generasi muda Bangkep, tetapi juga solusi mendesak atas masalah sosial-kesehatan warga yang berobat di Makassar.

​Pertanyaan mendasar. Mengapa mahasiswa harus mengorbankan waktu belajar dan liburan mereka, bahkan hingga turun ke jalan, untuk menutupi kekurangan fasilitas dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Daerah?

Pemda Bangkep didesak untuk segera mengambil tindakan nyata, membuka hati, dan memberikan dukungan yang layak, terutama dengan mengalokasikan anggaran untuk penyediaan Asrama Mahasiswa yang memadai di Makassar.